Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fenomena Langka! Lumba-lumba Laut Berenang hingga Hulu Sungai Mahakam
Lumba lumba (unsplash.com/TJ Fitzsimmons)

Samarinda, IDN Times -Satwa air yang viral terekam berenang sendirian di Sungai Mahakam Kalimantan Timur dipastikan adalah sejenis lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Indo-Pasific Bottlenose Dolphin). Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) mengonfirmasi hal tersebut berdasarkan keterangan tertulis kepada media.

Masyarakat diimbau melaporkan jika kembali melihat keberadaan satwa tersebut.

1. Pimpinan Program Ilmiah RASI, Danielle Kreb memastikan satwa ini

Pimpinan Program Ilmiah RASI, Danielle Kreb. Foto istimewa

Pimpinan Program Ilmiah RASI, Danielle Kreb, memastikan informasi tersebut di mana lumba-lumba itu kembali terlihat di sekitar Jembatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara dan hulu Sungai Mahakam.

"Kapal yang sama bertemu lagi dengan lumba-lumba itu di sekitar Jembatan Kota Bangun dan kelihatannya memang masih mengarah ke hulu," ujar Danielle, Rabu (15/7/2026) dalam keterangan tertulis.

RASI mengerahkan tim di sejumlah titik sepanjang Sungai Mahakam untuk memantau kondisi dan arah pergerakan satwa tersebut. Jika kondisinya memburuk dan terus bergerak ke hulu, tim akan mempertimbangkan langkah untuk mengarahkan lumba-lumba kembali ke arah muara.

Menurutnya, kemunculan lumba-lumba laut di sungai tergolong langka, namun bukan fenomena yang baru. Satwa itu diduga masuk ke sungai karena mengikuti ikan sebagai sumber pakan atau dipengaruhi faktor lingkungan.

2. Kondisi kesehatan lumba-lumba di Sungai Mahakam

Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

Dari rekaman video yang diterima, lumba-lumba diperkirakan merupakan individu dewasa dengan kondisi yang masih baik. Satwa tersebut dinilai masih mampu berenang normal hingga mencapai wilayah hulu.

Danielle juga mengingatkan masyarakat agar tidak keliru membedakan lumba-lumba laut dengan pesut Mahakam. Lumba-lumba hidung botol memiliki moncong yang panjang, sirip punggung lebih tinggi, serta pola kemunculan ke permukaan yang berbeda dibandingkan pesut.

RASI melakukan pemantauan tanpa melakukan intervensi agar satwa tidak mengalami stres. Upaya penyelamatan baru akan dilakukan jika kondisi lumba-lumba menunjukkan tanda-tanda melemah.

3. Masyarakat diminta membantu pelestarian lumba-lumba

Lumba-lumba (pexels.com/Emilio)

RASI mengimbau masyarakat yang kembali melihat lumba-lumba tersebut untuk mendokumentasikan kemunculannya dan melaporkannya kepada tim konservasi guna memudahkan pemantauan dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.

"Kalau melihat lumba-lumba ini lagi silakan direkam, diunggah, lalu tandai RASI supaya kami bisa mengetahui keberadaannya dan menentukan langkah yang perlu dilakukan," papar Danielle.

Curated For You

Editorial Team

Related Article