Gebetan Sering Bikin Kamu Ragu? Kenali 5 Tanda Gaslighting Ini

- Gaslighting saat PDKT dapat membuat seseorang meragukan ingatan, perasaan, intuisi, dan pemahamannya terhadap kejadian melalui manipulasi psikologis yang berulang.
- Tandanya mencakup menyangkal janji, menyebut pasangan lebay atau terlalu sensitif, serta menyalahkan korban ketika pelaku menghilang atau bersikap tidak jelas.
- Pola ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa selalu salah; hubungan sehat seharusnya memberi ruang komunikasi dan penghargaan terhadap perasaan.
PDKT memang bisa terasa seru sekaligus bikin deg-degan. Di fase ini, kamu dan gebetan mulai saling mengenal, bertukar cerita, hingga mencari tahu apakah ada kecocokan.
Namun, di balik keseruannya, ada hal yang perlu diwaspadai, salah satunya gaslighting.
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat seseorang meragukan perasaan, ingatan, atau pemahamannya terhadap suatu kejadian. Perilaku ini bukan hanya bisa terjadi dalam hubungan yang sudah lama, tetapi juga mungkin muncul sejak masa PDKT.
Supaya kamu lebih peka, berikut lima tanda gaslighting yang perlu diperhatikan saat PDKT.
1. Gebetan sering membuatmu meragukan ingatan sendiri

ilustrasi PDKT (pexels.com/Helena Lopes) Gaslighting terkadang dimulai dari hal yang terlihat sepele. Misalnya, gebetan pernah mengajakmu bertemu, tetapi tiba-tiba membatalkannya. Ketika kamu mengingatkan soal janji tersebut, dia justru mengatakan, “Aku gak pernah janji, deh. Kamu salah ingat.”
Sekali terjadi, mungkin kamu masih bisa menganggapnya sebagai kesalahpahaman. Namun, jika pola serupa berulang dan membuatmu terus mempertanyakan ingatan sendiri, kondisi tersebut patut diwaspadai.
2. Dia sering bilang kamu berlaku berlebihan dan dramatis

ilustrasi PDKT (pexels.com/Mike Jones) Tanda lainnya adalah ketika gebetan terus meremehkan perasaanmu. Saat kamu menyampaikan sesuatu yang membuat tidak nyaman, dia justru menjawab, “Kamu lebay banget,” atau “Jangan drama, deh.”
Jika dilakukan berulang kali, ucapan tersebut bisa membuatmu mulai menganggap perasaan sendiri tidak valid. Padahal, menyampaikan rasa tidak nyaman bukan berarti kamu berlebihan.
3. Dia malah membuatmua mulai meragukan intuisi sendiri

ilustrasi pasangan, curiga, cemburu (pexels.com/Budgeron Bach) Pernah merasa ada sesuatu yang tidak beres saat berkomunikasi dengan gebetan? Ketika kamu mencoba membicarakannya, dia malah mengatakan, “Kamu terlalu sensitif,” atau “Jangan mikir yang aneh-aneh.”
Respons seperti ini bisa membuatmu mempertanyakan kembali apa yang sebenarnya kamu rasakan. Jika seseorang terus membuatmu tidak percaya pada penilaian dan perasaan sendiri, pola tersebut perlu diperhatikan.
4. Pelaku gaslighting bisa bikin kamu merasa bersalah tanpa alasan jelas

Rasa cemburu memang wajar dalam hubungan, tetapi jika berlebihan, hal tersebut bisa berubah menjadi rasa curiga dan posesif. (envato.com/drazenphoto) PDKT seharusnya menjadi fase untuk saling mengenal, bukan membuat salah satu pihak terus merasa bersalah.
Misalnya, gebetan tiba-tiba menghilang atau ghosting. Ketika kamu menanyakan alasannya, dia justru menyalahkanmu dengan mengatakan, “Kamu terlalu menuntut, makanya aku jadi malas.”
Situasi seperti ini dapat membuat kamu merasa bersalah atas perilaku yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
5. Rasa percaya dirimu malah makin turun

ilustrasi minder (pexels.com/Valeriia Miller) Gaslighting yang terjadi berulang kali dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Kamu yang awalnya yakin dengan pikiran dan perasaan sendiri, perlahan mulai mempertanyakan hampir semua hal.
Dalam kondisi tertentu, pelaku manipulasi dapat memanfaatkan keraguan tersebut untuk membuatmu lebih mudah mengikuti keinginannya.
Jika selama PDKT kamu mulai merasa selalu salah, kehilangan kepercayaan diri, atau takut menyampaikan apa yang sebenarnya kamu rasakan, pola hubungan tersebut layak dievaluasi.
PDKT seharusnya menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan membangun komunikasi yang sehat, bukan dipenuhi kebingungan, rasa bersalah, atau keraguan terhadap diri sendiri.
Jika kamu mulai melihat pola manipulasi yang berulang, mengambil jarak bisa menjadi salah satu cara untuk melindungi diri. Hubungan yang sehat dibangun dari komunikasi, rasa saling menghargai, dan ruang bagi masing-masing pihak untuk menyampaikan perasaan tanpa terus-menerus diremehkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















