Helikopter Karhutla Jatuh di Sungai Kuripan, Nelayan Berjibaku Evakuasi Korban

Helikopter Airbus H225 registrasi VH-HGM jatuh di Sungai Kuripan saat misi pemadaman karhutla pada 8 November 2026, menewaskan kru Yayan Supyansuri.
Pilot Hugh Pagi dan kopilot-teknisi Mick Betteridge selamat, lalu bersama korban dievakuasi nelayan setempat menggunakan perahu tradisional sebelum mendapat penanganan medis.
BPBD Kalimantan Selatan dan relawan Tirta Borneo mengirim tim evakuasi; video memperlihatkan helikopter oleng saat mengambil air sebelum menukik menghantam sungai.
Balikpapan, IDN Times - Kabar duka kembali menyelimuti dunia penerbangan Indonesia. Belum genap sepekan setelah kecelakaan helikopter TNI AD jenis Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), kecelakaan serupa kembali terjadi.
Kali ini, helikopter Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 dengan nomor seri 2878 dan registrasi VH-HGM jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (8/11/2026).
Helikopter tersebut dilaporkan jatuh di perairan Sungai Kuripan. Insiden ini mengakibatkan satu kru bernama Yayan Supyansuri meninggal dunia. Sementara itu, pilot Hugh Pagi dan kopilot sekaligus teknisi Mick Betteridge dilaporkan selamat.
1. Bangkai kapal dievakuasi nelayan setempat

Helikopter Super Puma VH-HGM yang jatuh ke Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026. (Dokumentasi Istimewa) Ketiga kru helikopter tersebut kemudian dievakuasi dengan bantuan masyarakat nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Warga bahu-membahu melakukan penyelamatan menggunakan perahu tradisional dan peralatan seadanya.
Tak hanya mengevakuasi korban, masyarakat juga membantu menarik bangkai helikopter dari sungai menuju daratan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan tali yang diikatkan ke perahu-perahu nelayan.
2. BPBD Kalsel kirimkan tim evakuasi korban

Helikopter Super Puma H-225 untuk pemadaman Karhutla jatuh di Sungai Barito. (Dok. BNPB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) turut mengerahkan dua tim untuk membantu proses evakuasi korban.
Tim pertama terdiri dari personel BPBD Kalsel, yakni Agung Wibisono, Ahmad Rifani, M. Jayadi, dan Ahmad Syarif.
Sementara tim kedua berasal dari relawan Tirta Borneo yang beranggotakan M. Rayhan, Bagus D.C., M. Ilham S.P., Muhammad, dan Rachamad Tulus Setiawan.
Seluruh korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
3. Detik terjadinya kecelakaan helikopter di Sungai Kuripan

Helikopter TNI AU ketika melaksanakan misi water bombing untuk memadamkan karhutla. (Dokumentasi TNI AU) Kecelakaan helikopter Super Puma tersebut juga terekam dalam video yang beredar di masyarakat.
Dalam rekaman itu, helikopter terlihat terbang rendah di atas sungai sambil mengambil air menggunakan ember khusus berkapasitas besar untuk memadamkan karhutla.
Awalnya, helikopter tampak stabil saat melakukan pengisian air. Namun, beberapa saat kemudian, pesawat mendadak oleng dan kehilangan keseimbangan.
Bagian depan helikopter terlihat menukik sebelum akhirnya menghantam permukaan sungai. Sejumlah nelayan yang berada di sekitar lokasi sempat merekam aktivitas helikopter tersebut sebelum kecelakaan terjadi.
Helikopter Super Puma itu diketahui kerap digunakan dalam misi penanggulangan bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui operator ARC Aviation. Wilayah operasinya antara lain mencakup Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.




















