Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hasil Rapid Test Reaktif, 3 Penumpang di Balikpapan Batal Berangkat

Hasil Rapid Test Reaktif, 3 Penumpang di Balikpapan Batal Berangkat
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (IDN Times/Hilmansyah)
Share Article

Balikpapan, IDN Times - Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 sekaligus Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengungkapkan per hari Minggu (10/5), terdapat penambahan empat orang pasien positif COVID-19 menurut hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

"Sebenarnya kita senang karena kemarin banyak yang sembuh, tapi hari ini kita mendapatkan laporan dari Surabaya ada 4 pasien PDP terkonfirmasi positif," kata Rizal saat jumpa pers di Kantor Wali Kota Balikpapan, Minggu (10/5).

1. Penambahan dari transmisi lokal, klaster Temboro, dan ABK

Ilustrasi virus corona. IDN Times/Mia Amalia
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Mia Amalia

Rizal menjelaskan, "Dengan demikian total pasien kita yang terkonfirmasi positif berjumlah 43 orang, yang dirawat di RS menjadi 24 orang, yang sembuh 17 orang, yang meninggal 2 orang," katanya. 

Satu orang pasien merupakan istri dari pasien positif COVID-19 yang telah meninggal dunia dua minggu lalu. Penularan COVID-19 kepada pasien ini merupakan transmisi lokal.

"Satu berjenis kelamin perempuan usia 62 tahun kontak erat dengan pasien positif yang sebelumnya yang sudah meninggal dunia," kata Rizal

Sementara pasien positif lainnya merupakan Anak Buah Kapal (ABK), berjenis kelamin laki-laki usia 41 tahun, masih berkaitan dengan ABK terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya. 

Serta dua orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19 adalah laki-laki usia 17 tahun dari klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

 

2. Masyarakat harus tetap disiplin agar terhindar dari penularan COVID-19

(IDN Times/Arief Rahmat)
(IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara untuk jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit jumlahnya 19 orang.

"Sementara jumlah ODP (Orang dalam Pemantauan) yang menjalani karantina di rumah saat ini 287 orang atau turun 41 dibandingkan kemarin 328 orang," kata Rizal.

Sedangkan jumlah spesimen yang masih dalam pemeriksaan laboratorium sejumlah 39 spesimen.

Rizal terus mengingatkan masyarakat tetap disiplin, melakukan physyical distancing, menggunakan masker, tetap berada di rumah, dan menjaga asupan gizi untuk menambah kekebalan tubuh.

3. Tak mau kecolongan penumpang yang sakit naik pesawat

ilustrasi pesawat (IDN Times/Mela Hapsari)
ilustrasi pesawat (IDN Times/Mela Hapsari)

Sementara, sejak dibukanya moda transportasi oleh pemerintah pusat maka Pemkot Balikpapan pun melakukan pengawasan kepada calon penumpang. Bagi calon penumpang pesawat terbang harus dilakukan rapid test sebelum keberangkatan dan penumpang yang diketahui positif rapid test akan dilakukan protokol COVID-19.  

"Kita tidak mau kecolongan agar tidak menjadi persoalan di tempat kedatangannya. Kita perketat dan mohon maaf bagi yang mau berangkat tapi tidak jadi berangkat," kata Rizal.

Pihaknya tetap mengawasi dan melakukan evaluasi jika ada penumpang nakal yang memanfaatkan moda transportasi untuk mudik, dan berpotensi menambah penyebaran COVID-19 maka ia akan kembali mengirimkan surat ke menteri perhubungan untuk mengevaluasi pembukaan moda transportasi darat, laut, dan udara di Balikpapan.

4. Enam fasilitas kesehatan di Balikpapan untuk pemeriksaan calon penumpang

RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan. (IDN Times/Surya Aditya)
RSUD Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan. (IDN Times/Surya Aditya)

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan ada tiga orang calon penumpang yang batal berangkat karena hasil rapid test mereka diketahui reaktif.

"Dari screening calon penumpang pesawat laporan dari rumah sakit, ada 3 kasus sehingga tidak dapat diberangkatkan. Ada yang akan ke Surabaya, dan Pontianak, serta ke Site (tambang)," ujarnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Dio ini menuturkan, calon penumpang pesawat mesti membawa surat keterangan sehat dan ada enam tempat fasilitas kesehatan di Balikpapan yang bisa mengeluarkan surat tersebut.

"Fasilitas yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan rapid test untuk keberangkatan adalah RSUD Kanujoso Djatiwibowo, RS Pertamina Balikpapan, RS Siloam, Klinik Lab Prodia, Klinik Mirabell, dan Klinik Lentera," ujar Dio.

Menurutnya, masyarakat banyak yang datang ke puskesmas untuk melakukan pemeriksaan sebelum keberangkatan. Ia menjelaskan surat keterangan untuk keberangkatan calon penumpang tidak bisa didapatkan di puskesmas karena harus disertai dengan hasil rapid test. Sementara di puskesmas tidak ada pemeriksaan rapid test.

Share Article
Topics
Editorial Team
Mela Hapsari
EditorMela Hapsari

Latest News Kalimantan Timur

See More

Proyek Strategis IKN Berjalan, Jalan Yudikatif Catat Progres Positif

01 Jun 2026, 20:49 WIBNews