Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan IKN dengan water booming pesawat helikopter TNI AU, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN
  • Helikopter TNI AD MI-17V5 HA-5235 jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan, Kalimantan Tengah, saat menjalankan misi water bombing karhutla pada Rabu.

  • Helikopter berangkat dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB menuju Resor Telaga Pulang, lalu mengalami gangguan teknis ketika mengambil air untuk pemadaman.

  • Delapan personel berada di dalam helikopter; dua telah dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang, sedangkan enam lainnya dievakuasi tim gabungan melalui udara dan laut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seruyan, IDN Times - Helikopter milik TNI Angkatan Darat (AD) jenis MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu. Helikopter tersebut mengalami insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan awal terkait kecelakaan helikopter yang beroperasi di wilayah Seruyan itu.

"Benar. Kami telah menerima laporan awal terkait terjadinya kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 di wilayah Kabupaten Seruyan," kata Dodo dikutip dari Antara, Rabu (4/11/2026).

1, Misi water booming karhutla di Seruyan

Ilustrasi patroli pengamanan kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibukota Nusantara, Selasa (15/9/2026). Foto IKN

Dia menjelaskan, helikopter tersebut sedang menjalankan misi water bombing atau pemadaman karhutla menggunakan bom air di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), tepatnya di Resor Telaga Pulang. Helikopter itu terbang dengan rute Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, helikopter tersebut bertolak dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Namun, saat menjalankan misi pengambilan air untuk pemadaman karhutla, helikopter mengalami gangguan teknis hingga akhirnya mengalami kecelakaan di perairan Desa Sungai Perlu.

Akibat kejadian tersebut, delapan personel yang berada di dalam helikopter harus menjalani proses evakuasi oleh tim gabungan.

2. Para awak helikopter dalam water booming karhutla

Ilustrasi tinjauan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Ibukota Nusantara dari pantauan udara. Selasa (15/9/2026). Foto OIKN

Adapun delapan personel tersebut terdiri dari Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Hingga berita ini ditulis, dua personel telah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Bell sekitar pukul 12.30 WIB. Keduanya kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, enam personel lainnya masih dalam proses evakuasi melalui jalur udara dan laut. Proses pencarian dan penyelamatan melibatkan tim gabungan dengan dukungan helikopter Kamov.

"Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh personel yang berada di dalam helikopter," ujar Budi.

3. Proses evakuasi para awak helikopter

https://www.inews.id/regional/kalteng/karhutla-kembali-menyala-di-sampit-asap-tebal-ganggu-aktivitas-warga

Di sisi lain, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dilaporkan tengah menuju lokasi kejadian untuk memantau langsung situasi sekaligus memastikan proses penanganan dan evakuasi berjalan.

"Kami bersama Pangdam sedang menuju lokasi untuk melihat langsung perkembangan situasi dan memastikan penanganan di lapangan," kata Dodo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article