Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ingin Putus tapi Pasangan Menolak? Begini Cara Menghadapinya

Ingin Putus tapi Pasangan Menolak? Begini Cara Menghadapinya
ilustrasi putus (pexels.com/Timur Weber)
Share Article

Mengakhiri hubungan bukanlah perkara mudah, apalagi jika pasangan menolak menerima keputusan untuk berpisah. Situasi ini sering terjadi dalam hubungan yang sudah tidak sehat atau bahkan tergolong toxic.

Meski merasa hubungan tersebut tidak lagi layak dipertahankan, sebagian orang justru kesulitan mengakhiri hubungan karena pasangannya terus bertahan dan enggan melepas.

Jika menghadapi kondisi seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar proses perpisahan berjalan lebih tegas dan tetap menghargai kedua belah pihak.

1. Yakinkan kepadanya bahwa kamu sudah kecewa dengannya

ilustrasi menolak (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi menolak (pexels.com/Antoni Shkraba)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengungkapkan perasaan dan kekecewaan secara terbuka. Jelaskan apa yang membuat hubungan tidak lagi bisa dipertahankan dan bagaimana tindakan pasangan telah memengaruhi kondisi emosional Anda.

Komunikasi yang jujur dapat membantu pasangan memahami alasan di balik keputusan tersebut, meskipun membutuhkan waktu untuk menerimanya.

2. Katakan bahwa kesalahan yang ia lakukan sudah tidak bisa ditoleransi

ilustrasi berdebat (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi berdebat (pexels.com/MART PRODUCTION)

Setiap hubungan yang berakhir tentu memiliki alasan. Jika penyebabnya merupakan masalah serius, seperti kebohongan, manipulasi, atau perselingkuhan, sampaikan dengan jelas bahwa tindakan tersebut telah melampaui batas yang bisa ditoleransi.

Penjelasan yang tegas akan membantu pasangan memahami bahwa keputusan berpisah bukanlah sesuatu yang diambil secara impulsif.

3. Cobalah untuk berani mengambil sikap tegas demi kebaikan dirimu

ilustrasi merenung (pexels.com/Andres Ayrton)
ilustrasi merenung (pexels.com/Andres Ayrton)

Ketegasan menjadi kunci saat menghadapi pasangan yang tidak mau menerima perpisahan. Namun, ketegasan tidak berarti bersikap kasar atau menyakiti.

Tetaplah konsisten dengan keputusan yang telah dibuat dan jangan mudah goyah hanya karena rasa kasihan atau tekanan emosional. Prioritaskan kesehatan mental dan kebahagiaan diri sendiri.

4. Berikan ia nasihat perihal hubungan yang harus dijalani oleh dua orang yang saling mencintai

ilustrasi mengobrol (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mengobrol (pexels.com/cottonbro studio)

Hubungan yang sehat membutuhkan perasaan cinta dan komitmen dari kedua belah pihak. Jika perasaan tersebut sudah tidak ada, sampaikan dengan jujur.

Meski sulit diterima, kejujuran dapat membantu pasangan memahami bahwa mempertahankan hubungan yang sudah kehilangan fondasinya hanya akan menambah luka bagi kedua pihak.

5. Jangan terbuai dengan perkataan manisnya lagi

ilustrasi putus (pexels.com/cottobro studio)
ilustrasi putus (pexels.com/cottobro studio)

Tidak sedikit pasangan toxic yang berusaha mempertahankan hubungan dengan memberikan berbagai janji perubahan saat menghadapi perpisahan.

Sebelum mempertimbangkan kembali keputusan tersebut, ingatlah pengalaman dan masalah yang pernah terjadi sebelumnya. Jangan sampai janji sesaat membuat Anda kembali terjebak dalam pola hubungan yang sama.

Menghadapi pasangan yang tidak mau diajak putus memang membutuhkan keberanian, kesabaran, dan ketegasan. Dengan komunikasi yang jujur serta sikap yang konsisten, proses perpisahan dapat berjalan lebih sehat dan membantu kedua pihak melanjutkan hidup ke arah yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Ingin Putus tapi Pasangan Menolak? Begini Cara Menghadapinya

03 Jun 2026, 13:00 WIBNews