Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPBD Kaltim Siaga Karhutla, Satelit dan Laporan Warga Jadi Andalan

Kota Samarinda
BPBD Kaltim Siaga Karhutla, Satelit dan Laporan Warga Jadi Andalan
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim, Kamis (10/8/2023). (ANTARA/HO-BPBD PPU)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggabungkan pemantauan titik panas (hotspot) berbasis satelit dan pelaporan dini dari masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani secepat mungkin sebelum meluas.

"Kami ingin memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas dan membahayakan lingkungan," ujar Buyung diberitakan Antara di Samarinda, Sabtu (25/7/2026).

1. Daerah rawan karhutla di Kaltim

Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim)
Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim)

Berdasarkan pemetaan Pusat Data dan Informasi (Pusdating) bersama BPBD Kaltim, terdapat empat daerah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi pada musim kemarau tahun ini, yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.

Untuk memantau perkembangan hotspot di seluruh wilayah Kalimantan Timur, BPBD memanfaatkan sistem pemantauan digital milik Kementerian Kehutanan. Namun, data satelit tersebut tidak langsung dijadikan dasar penanganan.

Setiap indikasi hotspot terlebih dahulu dianalisis dan diverifikasi untuk memastikan apakah telah berkembang menjadi titik api (fire spot) yang memerlukan penanganan di lapangan.

2. Respons penanganan karhutla di Kaltim

Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan)
Peserta apel persiapan pengendalian Karhutla di IKN dan Kaltim. Sumber foto Tim Komunikasi OIKN (IDN Times/Ervan)

Menurut Buyung, sinkronisasi data antara pemerintah provinsi dan BPBD kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam mempercepat respons terhadap potensi kebakaran. Karena itu, koordinasi intensif terus dilakukan guna memvalidasi data satelit dengan kondisi nyata di lapangan.

"Langkah ini penting agar penanganan dan pemadaman karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran," katanya.

3. Partisipasi masyarakat dalam menangani karhutla

db2ff8a1-ef3e-4108-bb8f-a015747a14c8.jpeg
Karhutla di Ketapang dekati area rehabilitasi orangutan. (IDN Times/istimewa).

Selain mengandalkan teknologi, BPBD Kaltim juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. Pasalnya, banyak kebakaran terjadi di kawasan hutan yang sulit dijangkau petugas sehingga informasi awal dari warga menjadi sangat penting.

"Kami mengombinasikan dua strategi. Pertama, pemantauan potensi karhutla melalui sistem satelit. Kedua, kami sangat berharap adanya laporan dari masyarakat. Jika melihat kebakaran lahan, warga dapat segera menghubungi Call Center 112 agar informasi bisa langsung divalidasi dan ditindaklanjuti petugas," ujar Buyung.

BPBD Kaltim mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan. Kebakaran hutan dapat merusak ekosistem, mengurangi keanekaragaman hayati, serta menghancurkan habitat satwa liar, sehingga pencegahan dan penanganan dini menjadi langkah yang harus diutamakan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More