Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Diabaikan, Ini 6 Cara Bijak Menjawab Pertanyaan Anak

Kota Samarinda
3 min read
Jangan Diabaikan, Ini 6 Cara Bijak Menjawab Pertanyaan Anak
ilustrasi orang tua mendampingi anak saat menggunakan tablet (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Orangtua dianjurkan menghargai rasa ingin tahu anak, mendengarkan tanpa menghakimi, tetap tenang pada topik sensitif, dan menciptakan ruang aman untuk bertanya.
  • Jika belum mengetahui jawabannya, orangtua sebaiknya jujur lalu mencari tahu bersama; penjelasan perlu sederhana, bertahap, dan disesuaikan dengan usia anak.
  • Jawaban perlu disertai empati terhadap perasaan anak, dilanjutkan dialog yang memicu berpikir kritis, serta menjadi kesempatan mengenalkan nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Tak jarang, mereka melontarkan pertanyaan yang membuat orang tua bingung, bahkan kewalahan, terutama ketika pertanyaan tersebut menyentuh topik sensitif atau sulit dijelaskan.

Namun, cara orang tua merespons pertanyaan anak ternyata penting. Jawaban yang diberikan dapat membantu anak memahami lingkungan sekaligus membangun rasa percaya diri dan kenyamanan untuk terus bertanya.

Agar tidak salah merespons, berikut enam cara bijak menjawab pertanyaan anak.

  1. 1. Menghargai rasa ingin tahu anak

    ilustrasi orang tua curhat ke anak
    ilustrasi orang tua curhat ke anak (pexels.com/ Mikhail Nilov)

    Ketika anak bertanya, itu merupakan tanda bahwa mereka sedang penasaran dan ingin belajar. Karena itu, hindari langsung mengabaikan atau menganggap pertanyaan mereka sepele.

    Dengarkan pertanyaan anak dengan baik dan berikan jawaban secara jujur. Jika pertanyaannya cukup mengejutkan atau menyentuh topik sensitif, orangtua sebaiknya tetap tenang.

    Anak membutuhkan ruang yang aman untuk bertanya tanpa merasa takut dihakimi ata

  2. 2. Jujur saja bila nggak tahu

    Anak dan orang tua menginap di hotel
    Ilustrasi anak dan orang tua menginap di hotel (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Orang tua tidak harus selalu mengetahui jawaban atas setiap pertanyaan anak. Jika memang belum tahu, lebih baik mengakuinya daripada memberikan jawaban yang keliru.

    Orang tua dapat mengatakan, "Wah, pertanyaan kamu bagus. Mama atau Papa belum tahu jawabannya. Yuk, kita cari tahu bersama."

    Cara tersebut sekaligus mengajarkan anak bahwa mencari tahu dan belajar merupakan bagian dari proses yang terus berlangsung.

  3. 3. Sesuaikan jawaban dengan usianya

    Ilustrasi Orang Tua dan Anak
    Ilustrasi Orang Tua dan Anak (Unsplash.com/Nienke Burgers)

    Kemampuan anak dalam memahami informasi berbeda-beda sesuai usia dan tahap perkembangannya. Karena itu, jawaban untuk anak berusia 5 tahun tentu tidak bisa disamakan dengan anak berusia 10 tahun.

    Berikan penjelasan yang sederhana dan sesuai tingkat pemahamannya. Jika diperlukan, gunakan contoh, analogi, atau cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Orang tua juga dapat memberikan penjelasan secara bertahap dan menambahkan detail ketika anak semakin besar dan siap memahami informasi yang lebih kompleks.

  4. 4. Tunjukkan empati dan pengertian

    Ilustrasi orang tua yang sedang bermain dengan anak laki-lakinya  (unsplash.com/ Vitaly Gariev)
    Ilustrasi orang tua yang sedang bermain dengan anak laki-lakinya (unsplash.com/ Vitaly Gariev)

    Tidak semua pertanyaan muncul hanya karena rasa ingin tahu. Dalam beberapa situasi, anak mungkin sedang merasa takut, bingung, atau cemas.

    Misalnya, ketika anak bertanya tentang kematian atau perpisahan. Orangtua sebaiknya tidak hanya memberikan penjelasan secara logis, tetapi juga memperhatikan perasaan anak.

    Jawablah dengan lembut dan berikan rasa aman. Misalnya, ketika anak bertanya, "Kenapa orang bisa meninggal?" orangtua dapat menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki waktunya masing-masing, sekaligus mengajak anak mengenang hal-hal baik bersama orang yang telah meninggal.

  5. 5. Jangan cuma jawab, ajak juga ngobrol

    Orang tua traveling bersama anak
    Ilustrasi orang tua traveling bersama anak (pexels.com/William Fortunato)

    Jawaban atas pertanyaan anak tidak harus berhenti pada satu penjelasan. Orang tua dapat melanjutkan percakapan untuk membantu anak memahami suatu topik dengan lebih baik.

    Cara ini juga dapat mendorong anak berpikir kritis dan membuat mereka tidak ragu untuk bertanya kembali.

    Misalnya, ketika anak bertanya, "Kenapa langit berwarna biru?" setelah memberikan penjelasan, orang tua bisa melanjutkan dengan pertanyaan, "Menurut kamu, kenapa warna langit bisa berubah saat matahari terbenam?"

    Dengan begitu, anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar menemukan jawaban melalui proses berpikir.

  6. 6. Jadilah contoh dalam berpikir kritis

    ilustrasi orang tua memantau kondisi anak saat mengalami gejala influenza
    ilustrasi orang tua memantau kondisi anak saat mengalami gejala influenza (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Anak banyak belajar dari orang tuanya. Karena itu, cara orang tua menjawab pertanyaan juga dapat menjadi contoh bagaimana seharusnya mereka berpikir dan bersikap.

    Ketika anak bertanya tentang persoalan sosial atau moral, orang tua dapat memanfaatkannya untuk mengenalkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, dan rasa hormat kepada orang lain.

    Selain membantu anak memahami persoalan yang sedang ditanyakan, cara ini dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka.

    Menjawab pertanyaan anak memang tidak selalu mudah. Namun, jika dilakukan dengan tenang, jujur, dan sesuai dengan usia anak, momen tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.

    Dengan menghargai rasa ingin tahu, tidak malu mengakui ketika belum tahu, serta memberikan penjelasan yang tepat, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, terbuka, dan kritis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More