Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kaltim Bidik Pelabuhan, Logistik, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD

Kaltim Bidik Pelabuhan, Logistik, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD
Ilustrasi pelabuhan. (Pexels.com/Tom Fisk)

Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengingatkan pemerintah daerah di Kaltim untuk segera mencari sumber-sumber pendapatan baru. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan daerah dapat terus berjalan tanpa terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Rudy Mas’ud, ketergantungan terhadap Transfer ke Daerah (TKD) tidak bisa terus dipertahankan. Terlebih, pemangkasan dana transfer diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

Karena itu, pemerintah daerah diminta mulai memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan berbagai potensi ekonomi yang ada di wilayah Kaltim.

1. Aktivitas ekspor dan impor di Kaltim

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah aktivitas ekspor dan impor melalui pelabuhan di Kalimantan Timur. Selama ini, sebagian besar komoditas dari Kaltim yang diekspor ke luar negeri masih dikirim melalui pelabuhan besar di Surabaya dan Jakarta.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi pajak dan aktivitas ekonomi justru tercatat di daerah lain. Jika kegiatan ekspor dan impor dapat dilakukan langsung dari pelabuhan di Kaltim, maka potensi pajak dan retribusi dapat masuk langsung ke kas daerah.

Selain sektor pelabuhan, Rudy juga menyoroti masih banyaknya aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Aset-aset daerah tidak boleh dibiarkan menganggur atau ‘tidur’. Aset harus dikelola agar memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” tegas Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.

2. Pembangunan kawasan berikat logistik di Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa)

Ia juga mengusulkan pembangunan kawasan berikat logistik di Kaltim. Kawasan ini memungkinkan barang impor maupun barang dari dalam wilayah pabean diolah, dikemas ulang, atau digabungkan dengan komoditas lain sebelum kembali didistribusikan.

Salah satu lokasi yang dinilai potensial berada di kawasan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan memanfaatkan jalur transportasi Sungai Mahakam.

Menurut Rudy, skema tersebut dapat memperkuat rantai logistik sekaligus membuka peluang penerimaan baru dari sektor pajak dan retribusi di bidang pelabuhan serta perdagangan internasional.

Ia juga mendorong skema kerja sama dengan melibatkan perusahaan daerah agar pengelolaan aset tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.

3. Mendongkrak PAD Pemprov Kaltim

ilustrasi pendapatan
ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Rudy optimistis jika potensi pelabuhan, logistik, serta pemanfaatan aset daerah dikelola secara optimal, maka struktur PAD Kaltim akan semakin kuat dan ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi.

Selain itu, perusahaan daerah juga diminta lebih aktif menangkap peluang bisnis yang berkaitan dengan sektor logistik, pelabuhan, dan perdagangan internasional.

Salah satu sektor yang memiliki potensi besar adalah industri perikanan. Rudy menyebut sejumlah daerah seperti Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara memiliki aktivitas perikanan yang cukup tinggi.

Dengan dukungan fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil laut yang memadai, komoditas perikanan dari daerah tersebut berpeluang untuk langsung dipasarkan ke pasar internasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

THR ASN hingga Honorer di PPU Cair, Total Anggaran Capai Rp54,8 Miliar

13 Mar 2026, 13:00 WIBNews