Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kaltim Masuk 11 Besar Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia

Kaltim Masuk 11 Besar Jumlah Kasus COVID-19 di Indonesia
Ilustrasi dokter. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Share Article

Samarinda, IDN Times–Hingga saat ini Kaltim belum menunjukkan tanda-tanda penurunan untuk jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19. Saban hari angkanya terus bertambah.  Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim pun kembali mengingatkan tren buruk kasus virus corona di Benua Etam.

“Sangat menyulitkan apabila tak ada keseriusan dari warga untuk memaksimalkan diri agar tak tertular dari virus corona,” ujar Andi Muhammad Ishak dalam rilis hariannya via Zoom pada Jumat (28/8/2020) petang

1. Kaltim sudah di urutan 11 nasional kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia

Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)
Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Dengan rerata persentase angka positif COVID-19 yang meninggi, sekarang sudah 21 persen. Maka akan mengancam Kaltim masuk ke dalam jajaran 10 besar kasus COVID-19 terbanyak di Indonesia. Sebulan lalu daerah ini masih di urutan 16-17 dari 34 provinsi. Jumat ini naik ke urutan 11 kasus corona terbanyak se-Indonesia.  Andi menerangkan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Kaltim alami penurunan kasus sebaran virus corona. Penularan masih terjadi secara lokal dengan masif. Klaster terbentuk semakin banyak. Kondisi ini diikuti dengan tingkat kesembuhan yang semakin menurun dibanding bulan-bulan lalu.

“Ini tandanya tingkat kesembuhan masih di bawah tingkat kasus terkonfirmasi positif. Sehingga persentase kesembuhan semakin turun,” terang Andi.

2. Kasus positif COVID-19 bertambah, diikuti dengan kematian pasien terkonfirmasi corona

ilustrasi sampel tes COVID-19 (IDN Times/Debbie Sutrisno)
ilustrasi sampel tes COVID-19 (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Tak hanya angka positif COVID-19 yang terus naik, namun kasus kematian pasien positif corona juga selalu terlapor setiap hari di Kaltim. Tren inilah yang harus diantisipasi. Kalangan yang memiliki risiko tinggi, perlu dilindungi sehingga tak terjangkit pandemik ini. Pasalnya apabila terpapar, kondisinya akan sangat berat dan umumnya bisa berujung fatal dan menyebabkan kematian.

“Seperti pada Jumat ini, tiga kasus lagi terlapor meninggal dunia di Kaltim. Dengan dua kasus dari Samarinda dan Penajam Paser Utara satu,” imbuhnya.

3. Jika warga tak peduli protokol kesehatan, Kaltim semakin dekat dengan 10 besar nasioanal kasus COVID-19 terbanyak

Ilustrasi pengambilan sampel swab tenggorokan. IDN Times/Debbie Sutrisno
Ilustrasi pengambilan sampel swab tenggorokan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara total kasus terkonfirmasi dalam sehari ini juga tak main-main. Sepekan sebelumnya konsiesten di angka seratus, pada Jumat ini terkonfirmasi 97 kasus baru. Tersebar sejumlah kabupaten/kota. Terbanyak dari Bontang dengan 41 kasus, menyusul Samarinda 39 kasus, kemudian Berau 13 kasus, Penajam Paser Utara 3 kasus dan Kutai Kartanegara 1 kasus. Sedangkan penambahan kasus sembuh masih lebih sedikit. Yakni 44 kasus. Terbanyak dari Samarinda 34 kasus, Kutai Kartanegara 9 kasus dan Penajam Paser Utara 1 kasus. Secara keseluruhan, kasus sembuh dari COVID-19 di Kaltim mencapai 2.258 dari 3.723 kasus akumulatif. Sedangkan total kematian menapai 147 orang. Menyisakan 1.318 kasus positif masih dalam perawatan. Dengan catatan tersebut, Andi kembali mengingatkan, bahwa apabila tak ada keseriusan, kasus positif akan semakin banyak di Kaltim.

“Apabila masyarakat tak peduli dengan upaya pencegahan, besok atau lusa, Kaltim bisa naik 10 besar. Dan kita akan mengalami beberapa hal yang menyulitkan dalam pemberian pelayanan di rumah sakit maupun tempat karantina,” tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Kalimantan Timur

See More

DPRD Kaltim Janji Kawal Perpanjangan SK Guru PPPK hingga Tuntas

27 Mei 2026, 19:31 WIBNews