Kenapa Gen Z Merasa Hidup Lebih Berat? Ini 7 Alasannya

Perkembangan zaman membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, gaya hidup, hingga biaya hidup yang terus meningkat. Kondisi tersebut menciptakan pengalaman hidup yang berbeda antara Generasi X (Gen X) dan Generasi Z (Gen Z).
Jika Gen X masih sempat menikmati sejumlah pencapaian dengan pendapatan yang relatif terbatas, Gen Z justru harus menghadapi tantangan finansial yang lebih kompleks. Banyak hal yang dulu dianggap biasa kini berubah menjadi kemewahan.
Berikut tujuh hal yang semakin sulit dinikmati Gen Z dibandingkan Gen X.
1. Liburan jadi kemewahan

Bagi Gen X, liburan masih bisa dilakukan meski dengan anggaran terbatas. Namun, bagi Gen Z, biaya perjalanan, akomodasi, hingga aktivitas wisata yang terus meningkat membuat liburan menjadi pengeluaran yang harus dipertimbangkan matang-matang.
Laporan MarketWatch bahkan menyebutkan sebanyak 75 persen masyarakat Amerika Serikat pernah berutang untuk membiayai liburan. Di sisi lain, tekanan sosial membuat sebagian Gen Z merasa perlu mengikuti gaya hidup teman-temannya meski harus mengorbankan kondisi keuangan.
2. Membeli mobil baru

Pada masa Gen X, membeli mobil sering menjadi pencapaian pertama setelah memiliki pekerjaan tetap. Kini, harga kendaraan dan biaya operasional yang terus meningkat membuat kepemilikan mobil bukan lagi prioritas bagi banyak Gen Z.
Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), rata-rata biaya kepemilikan mobil pada 2024 mencapai 12.297 dolar AS per tahun. Tak heran jika banyak Gen Z lebih memilih menggunakan transportasi umum atau layanan transportasi daring dibanding membeli kendaraan pribadi.
3. Membeli rumah

Memiliki rumah di usia muda merupakan hal yang relatif umum bagi Gen X. Namun, lonjakan harga properti membuat impian tersebut semakin sulit diwujudkan oleh Gen Z.
Laporan Credit Karma menunjukkan sebanyak 57 persen Gen Z mengaku belum mampu membeli rumah meski telah memiliki penghasilan tetap. Banyak di antaranya harus memprioritaskan kebutuhan sehari-hari dibanding menabung untuk uang muka rumah.
4. Makan di restoran

Makan di luar kini menjadi aktivitas yang lebih jarang dilakukan oleh Gen Z. Kenaikan harga makanan dan minuman membuat banyak anak muda memilih memasak sendiri demi menghemat pengeluaran.
Survei Vericast's Restaurant TrendWatch 2024 mengungkapkan sebanyak 67 persen responden menilai makan di restoran sudah terlalu mahal untuk kondisi keuangan mereka. Akibatnya, makan di luar lebih sering dijadikan momen spesial dibanding kebiasaan sehari-hari.
5. Traveling ke luar negeri

Perjalanan internasional yang dulu lebih mudah dijangkau kini menjadi impian yang tidak mudah diwujudkan bagi banyak Gen Z. Tingginya harga tiket pesawat, akomodasi, serta biaya hidup selama perjalanan menjadi tantangan utama.
Menurut Bank of America, sekitar 24 persen Gen Z mengaku merasa tertekan oleh ajakan teman untuk bepergian karena kondisi finansial yang belum memungkinkan. Sebagian memilih menunda perjalanan, sementara yang lain rela berutang demi mengikuti tren.
6. Memelihara hewan peliharaan

Memiliki hewan peliharaan kini bukan hanya soal hobi, tetapi juga komitmen finansial. Biaya makanan, perawatan kesehatan, hingga kebutuhan harian hewan terus mengalami kenaikan.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 72 persen pemilik hewan peliharaan merasakan peningkatan biaya perawatan selama 2023 hingga 2024. Kondisi ini membuat banyak Gen Z menunda keinginan memelihara hewan meski memahami manfaatnya bagi kesehatan mental.
7. Investasi untuk masa depan

Kenaikan biaya hidup membuat banyak Gen Z hidup dari gaji ke gaji. Akibatnya, menyisihkan uang untuk tabungan maupun investasi menjadi hal yang tidak mudah.
Data Bank of America menunjukkan hanya sekitar 15 persen Gen Z yang masih memiliki sisa pendapatan di akhir bulan. Kondisi tersebut membuat perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk menyiapkan dana pensiun, menjadi semakin sulit dilakukan.
Meski menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat dibanding generasi sebelumnya, bukan berarti Gen Z tidak memiliki peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Perencanaan keuangan yang disiplin, kemampuan beradaptasi, serta pemanfaatan teknologi dapat menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan.
Setiap generasi memiliki tantangan dan peluang yang berbeda. Karena itu, membandingkan diri dengan generasi sebelumnya bukanlah solusi. Yang terpenting adalah mampu mengelola kondisi saat ini dengan bijak agar tujuan keuangan tetap bisa dicapai.




















