Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Minggu (17/5). IDN Times/M. Hilmansyah
Sementara itu, dalam jumpa pers tersebut, Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 sekaligus Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan per 17 Mei 2020, tidak ada penambahan kasus positif COVID-19 di Balikpapan.
"Perkembangan COVID-19 di Balikpapan, tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif. Jumlahnya tetap 46," kata Rizal.
Selain itu ia mengungkapkan pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan pemeriksaan TCM di RSUD Kanujoso Djatiwibowo sebanyak 13 hasil swab. Satu orang pasien positif dinyatakan sembuh.
"Satu pasien terkonfirmasi positif dengan kode BPN 38, hasil swab-nya negatif dua kali berturut-turut dengan TCM di RSKD sehingga bisa pulang ke rumah," ujarnya.
Oleh karena itu, pasien positif berkurang satu hingga saat ini ada 14 pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima pihaknya, Rizal mengungkapkan masih ada pasien yang hasil lab-nya masih tetap positif sehingga belum bisa pulang.
"Pasien positif berkurang satu, dari 15 menjadi 14. Pasien sembuh dari 29 menjadi 30. Lima kasus swab ulangan masih positif, jadi masih harus dirawat di RS," ujarnya.
Sementara, hasil pemeriksaan tujuh orang Pasien dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan negatif COVID-19 sehingga ketujuh orang ini bisa keluar dari rumah sakit. Rizal juga menyebut ada tambahan 10 PDP baru yang didapatkan dari hasil rapid test mandiri yang dilakukan oleh beberapa rumah sakit swasta.