Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Kaltim Meluas, 12 Ribu Personel Disiagakan di Seluruh Daerah
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom
  • Pemprov Kaltim mengerahkan sekitar 12.000 personel lintas instansi, dengan dukungan Kemendagri, untuk menangani karhutla di seluruh kabupaten dan kota.
  • Pengawasan diprioritaskan di Paser, Kukar, PPU, dan Berau melalui tambahan personel, sarpras, air, pendekatan masyarakat, penegakan hukum, serta pengawasan pembukaan lahan.
  • Data BPBD mencatat titik api meningkat dari 733 kejadian pada Agustus menjadi 988 pada September 2026; curah hujan rendah dan tidak merata masih menghambat penanganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengerahkan sekitar 12.000 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh kabupaten dan kota. Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi, mulai dari TNI, Polri, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Upaya tersebut juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui asistensi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

1. Pengawasan di area rawan karhutla di Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan karhutla. Seluruh unsur terkait, termasuk petugas pemadam kebakaran, dikerahkan untuk melakukan pemadaman di wilayah terdampak.

“Artinya, Pemprov Kaltim tidak diam dalam penanganan karhutla. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dan dukungan seluruh pihak,” ujar Rudy dikutip dari akun IG Pemprov Kaltim, baru-baru ini.

Ia menyebutkan, pengawasan dan penanganan diprioritaskan di empat daerah yang kerap mengalami kebakaran dengan luasan lahan terdampak cukup besar. Keempatnya yakni Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara (Kukar), Penajam Paser Utara (PPU), dan Berau.

2. Dukungan intensif dari seluruh personel

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Dok. Pemprov Kaltim)

Menurut Rudy, wilayah tersebut membutuhkan dukungan lebih intensif, terutama dari sisi personel, sarana dan prasarana (sarpras), serta ketersediaan air untuk pemadaman. Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi tingginya frekuensi kebakaran dan luasnya area terdampak.

Selain pemadaman, Pemprov Kaltim juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta penegakan hukum untuk mencegah kebakaran berulang.

“Karena itu, pendekatan kemasyarakatan dan penegakan hukum tetap dilaksanakan. Mengingat mayoritas kejadian terkonsentrasi pada kebakaran lahan, pendekatan persuasif kepada masyarakat diperlukan untuk mencegah pembakaran oleh oknum masyarakat,” jelasnya.

Pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan atau land clearing, baik yang dilakukan masyarakat maupun perusahaan, juga akan diperketat. Rudy menegaskan, metode pembukaan lahan tanpa bakar harus menjadi pilihan utama. Sementara itu, pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

3. Titik api karhutla di Kaltim makin meluas

Pengendara melintasi kawasan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur, Kamis (1/10/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengungkapkan, jumlah kejadian titik api dan luas lahan terbakar meningkat signifikan pada semester kedua 2026, terutama sepanjang Agustus dan September.

Berdasarkan data BPBD Kaltim, pada Agustus 2026 tercatat 733 kejadian titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 3.590,64 hektare. Angka tersebut meningkat pada September 2026 menjadi 988 kejadian dengan total luas lahan terbakar 3.871,15 hektare.

Memasuki Oktober 2026, jumlah kejadian dan luas lahan terbakar diperkirakan mulai menurun dibandingkan dua bulan sebelumnya. Penurunan ini seiring masuknya masa peralihan menuju musim hujan.

Meski demikian, curah hujan yang masih rendah dan belum merata menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman dan pencegahan karhutla di Kaltim.

Curated For You

Editorial Team

Related Article