Krisis Air Bersih di Samarinda, 98 Ribu Liter Air Darurat Disalurkan

- Pemerintah menyalurkan 98.000 liter air bersih darurat bagi 2.440 jiwa di Samarinda yang terdampak krisis pasokan akibat intrusi air laut.
- Kadar klorida Sungai Mahakam melampaui ambang aman 250 ppm, membuat 10 instalasi pengolahan air menyesuaikan operasional dan memicu distribusi mobil tangki 4.000 liter.
- BWS Kalimantan IV dan BPBPK Kaltim mendistribusikan bantuan gratis ke sejumlah wilayah, dengan Palaran menerima 38.000 liter untuk 1.008 jiwa; warga dapat menghubungi hotline resmi.
Samarinda, IDN Times - Pemerintah menyalurkan 98.000 liter air bersih darurat untuk membantu warga Kota Samarinda yang terdampak krisis pasokan air akibat fenomena intrusi air laut.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo mengatakan distribusi air bersih tersebut menyasar 2.440 jiwa yang terdampak.
“Penyaluran pasokan air bersih darurat sebanyak 98.000 liter ini disalurkan langsung untuk menjangkau 2.440 jiwa penerima manfaat terdampak,” kata Andri dilaporan Antara di Samarinda, Selasa (22/9/2026).
1. Kadar klorida di Sungai Mahakam melonjak

Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa Intrusi air laut menyebabkan kadar klorida di aliran Sungai Mahakam melonjak hingga melampaui ambang batas aman 250 ppm. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat.
Menurut Andri, tingginya kadar garam pada air baku membuat 10 instalasi pengolahan air (IPA) di Samarinda harus menyesuaikan jam operasional.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BWS Kalimantan IV mengerahkan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Armada tersebut mendistribusikan air secara langsung dan berkelanjutan ke sejumlah permukiman yang terdampak paling parah.
“Guna mengatasi keterbatasan pasokan air bersih warga, armada mobil tangki berkapasitas 4.000 liter diterjunkan secara langsung dan berkelanjutan ke titik permukiman terparah,” ujarnya.
2. Distribusi menjangkau semua wilayah

Ilustrasi penyaluran air bersih di masyarakat yang terdampak kekeringan. (Dok. Humas Pemkot Makassar) Penyaluran air bersih oleh BWS Kalimantan IV dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Di Kecamatan Sambutan, sebanyak 8.000 liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 147 jiwa.
Sementara di Kecamatan Palaran, sebanyak 8.000 liter air bersih telah disalurkan sejak awal September 2026 untuk 124 jiwa.
“Pasokan air bersih BWS turut disalurkan sebesar 8.000 liter untuk 93 jiwa di Samarinda Utara dan 8.000 liter bagi 88 warga Anggana,” tutur Andri.
Distribusi air bersih darurat tersebut juga dilakukan bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur.
Kolaborasi tersebut menghasilkan distribusi terbesar di Kecamatan Palaran dengan total 38.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 1.008 jiwa.
3. Pemenuhan air bersih bagi masyarakat Samarinda

ilustrasi setetes air yang keluar dari keran (unsplash.com/Luis Tosta) Selain itu, BPBPK Kaltim menyalurkan 28.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan 980 jiwa di Samarinda Utara.
“Sinergi BPBPK Kaltim juga memasok 28.000 liter air bersih guna membantu pasokan air baku bagi 980 jiwa di Samarinda Utara,” kata Andri.
Layanan distribusi air bersih darurat ini diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak yang membutuhkan.
Warga di wilayah terdampak dapat mengajukan permohonan bantuan melalui hotline resmi BWS Kalimantan IV.
“Warga yang membutuhkan pasokan air bersih dapat menghubungi Satgas Tanggap Darurat Bencana Kekeringan melalui nomor hotline 0823-2111-4496,” ujar Andri.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















