Samarinda Bersiap Hadapi Kemarau Panjang, Modifikasi Cuaca Jadi Opsi

- Pemkot Samarinda menyiapkan Satgas Terpadu bersama TNI-Polri, BNPB, BMKG, dan relawan untuk menghadapi kemarau serta kekeringan panjang.
- Mitigasi mencakup distribusi air bersih, perlindungan pertanian, pengendalian inflasi, Salat Istisqa, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca.
- Masyarakat diimbau menghemat air, menjaga sumber air, tidak melakukan pembakaran terbuka, dan melaporkan titik api.
Samarinda, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur bersiaga menghadapi kemarau dan kekeringan panjang. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari pembentukan Satgas Terpadu hingga distribusi air bersih dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Satgas tersebut melibatkan TNI-Polri, BNPB, BMKG, dan relawan. Pemkot juga menyiapkan perlindungan sektor pertanian, pengendalian inflasi, Salat Istisqa, water bombing, serta OMC.
1. Penanganan kemarau di Samarinda

Wali Kota Samarinda Andi Harun. Foto istimewa Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan penanganan kemarau dilakukan secara terpadu, tidak hanya setelah dampak terjadi. Pemerintah bergerak untuk menjaga keselamatan lingkungan, memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, menjaga ketahanan pangan, hingga mengendalikan harga kebutuhan pokok.
“Kita menghadapi kemarau panjang dengan seluruh instrumen yang tersedia. Satgas terpadu kita gerakkan untuk karhutla, distribusi air bersih, perlindungan pertanian dan pengendalian inflasi. Kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual, melakukan water bombing ketika dibutuhkan, dan sekarang memperkuat ikhtiar berbasis teknologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca,” kata Andi Harun dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, kesiapsiagaan dilakukan sejak dini agar kemarau tidak berkembang menjadi krisis air, kebakaran lahan, gangguan produksi pangan, maupun tekanan terhadap harga kebutuhan masyarakat.
2. OMC dijadwalkan pada September

Sejumlah personel TNI AU mendorong pesawat Casa NC-212 sebelum melakukan operasi modifikasi cuaca di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU Sebagai bagian dari upaya tersebut, OMC dijadwalkan berlangsung pada 15-19 September 2026, mulai pukul 07.00 hingga 20.00 waktu setempat. Operasi dilakukan pada ketinggian penerbangan 8.000-12.000 kaki.
Koordinasi penerbangan dilakukan bersama otoritas Bandara APT Pranoto, AirNav, dan Lanud Dhomber Balikpapan.
Andi Harun menegaskan OMC bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Pemkot Samarinda, melainkan bagian dari rangkaian mitigasi menghadapi kemarau panjang.
“Ikhtiar kita lengkap: manusia bekerja, teknologi digunakan, koordinasi diperkuat, dan kepada Allah SWT kita memohon pertolongan. Pemerintah tidak boleh menunggu keadaan menjadi darurat baru kemudian bergerak,” ujarnya.
3. Hemat air bagi masyarakat Samarinda

ilustrasi krisis air bersih (vecteezy.com/KP Stocker) Pemkot Samarinda juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran terbuka, serta menjaga sumber air.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api dan turut berperan dalam menghadapi dampak kemarau.




















