Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Micro Cheating dalam Hubungan, Ini 6 Tanda yang Sering Tak Disadari

Kota Samarinda
3 min read
Micro Cheating dalam Hubungan, Ini 6 Tanda yang Sering Tak Disadari
ilustrasi selingkuh (pexels.com/SHVETS production)
  • Micro cheating merujuk pada perilaku yang belum tentu perselingkuhan, tetapi dapat melampaui batas hubungan yang disepakati dan memicu ketidakpercayaan jika berulang atau disembunyikan.
  • Tandanya dapat meliputi stalking mantan, pesan genit, menyimpan kenangan emosional, flirting, lebih dekat secara emosional dengan teman spesial, serta menyembunyikan interaksi.
  • Batas micro cheating berbeda tiap pasangan; komunikasi terbuka, kesepakatan batasan, menjaga kepercayaan, dan membicarakan ketidaknyamanan diperlukan agar konflik tidak membesar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah mendengar istilah micro cheating? Istilah ini mungkin sering muncul di media sosial atau berseliweran di FYP. Secara sederhana, micro cheating merujuk pada perilaku yang belum tentu termasuk perselingkuhan, tetapi dapat melewati batas yang disepakati dalam sebuah hubungan.

Perilaku tersebut terkadang dianggap sepele karena dilakukan sebagai candaan, iseng, atau sekadar mencari perhatian. Namun, jika dilakukan berulang kali dan disembunyikan dari pasangan, hal itu dapat memicu rasa tidak percaya dan konflik dalam hubungan.

Batasan micro cheating juga bisa berbeda pada setiap pasangan. Karena itu, komunikasi dan kesepakatan mengenai batasan hubungan menjadi hal yang penting.

Lantas, apa saja perilaku yang kerap dikaitkan dengan micro cheating? Berikut enam di antaranya.

  1. 1. Sering stalking mantan di media sosial

    ilustrasi seorang selingkuh lewat medsos (freepik.com/freepik)
    ilustrasi seorang selingkuh lewat medsos (freepik.com/freepik)

    Rasa penasaran terhadap mantan memang bisa terjadi. Namun, jika kamu masih rutin membuka profil, mengikuti aktivitasnya, atau sengaja memberikan like pada unggahan lama, perilaku tersebut patut diperhatikan.

    Terlebih jika dilakukan secara diam-diam karena khawatir pasangan mengetahuinya. Kebiasaan tersebut bisa menjadi sumber ketidaknyamanan dalam hubungan.

  2. 2. Sering mengirim pesan "gak jelas" ke lawan jenis

    ilustrasi selingkuh
    ilustrasi selingkuh (magnific.com/Drazen Zigic)

    Berkomunikasi dengan lawan jenis tentu bukan masalah. Namun, situasinya bisa berbeda jika percakapan mulai dipenuhi pesan genit, rayuan, atau berlangsung intens hingga larut malam.

    Jika interaksi tersebut sengaja disembunyikan dari pasangan, ada baiknya mengevaluasi kembali batasan yang sudah disepakati dalam hubungan.

  3. 3. Masih menyimpan barang-barang pemberian mantan

    ilustrasi selingkuh (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi selingkuh (freepik.com/jcomp)

    Menyimpan foto, surat, hadiah, atau barang pemberian mantan tidak otomatis berarti micro cheating. Bagi sebagian orang, benda tersebut hanya menjadi bagian dari masa lalu.

    Namun, jika barang-barang tersebut masih sengaja dipertahankan karena memiliki nilai emosional atau membuat seseorang terus bernostalgia dengan mantan, hal ini bisa menjadi persoalan ketika pasangan merasa tidak nyaman.

    Komunikasi terbuka diperlukan agar kedua pihak memahami alasan di balik keputusan tersebut.

  4. 4. Flirting dengan orang lain, meski cuma bercanda

    ilustrasi selingkuh (freepik.com/freepik)
    ilustrasi selingkuh (freepik.com/freepik)

    Bercanda atau menggoda orang lain mungkin terasa sepele bagi sebagian orang. Namun, flirting yang dilakukan berulang kali dapat mengganggu rasa percaya dalam hubungan, terutama jika melibatkan ketertarikan atau perhatian yang seharusnya diberikan kepada pasangan.

    Karena itu, penting memahami batas candaan agar tidak menimbulkan salah paham atau melukai perasaan pasangan.

  5. 5. Sering menghabiskan waktu dengan teman spesial

    ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Vera Arsic)
    ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Vera Arsic)

    Memiliki sahabat lawan jenis bukanlah masalah dalam sebuah hubungan. Persoalan dapat muncul ketika seseorang justru lebih sering membagikan cerita pribadi dan masalah emosional kepada orang lain dibandingkan kepada pasangannya.

    Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus, kedekatan emosional dengan pasangan bisa berkurang. Karena itu, menjaga komunikasi dengan pasangan tetap penting, terutama ketika menghadapi masalah dalam hubungan.

  6. 6. Menyembunyikan interaksi dengan lawan jenis

    ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Timur Weber)
    ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Timur Weber)

    Menyembunyikan DM, chat, atau interaksi tertentu dengan lawan jenis dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan karena khawatir pasangan mengetahui isi atau intensitas komunikasi tersebut.

    Bukan berarti pasangan harus mengetahui seluruh isi percakapan satu sama lain. Privasi tetap penting dalam hubungan. Namun, jika seseorang merasa perlu terus-menerus menyembunyikan interaksi karena sadar bahwa tindakannya dapat melanggar kesepakatan bersama, situasi tersebut layak dibicarakan.

    Pada akhirnya, micro cheating tidak memiliki batasan yang sama untuk setiap pasangan. Sesuatu yang dianggap biasa oleh satu pasangan bisa saja dianggap melewati batas oleh pasangan lainnya.

    Karena itu, membangun hubungan yang sehat bukan hanya soal menghindari perselingkuhan, tetapi juga memahami batasan, menjaga kepercayaan, dan terbuka mengenai hal-hal yang membuat masing-masing pihak merasa tidak nyaman.

    Jika ada perilaku yang mulai mengganggu hubungan, membicarakannya secara jujur dan tenang dapat menjadi langkah awal untuk mencegah masalah kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More