Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

MPR RI Ungkap Alasan Batal Gelar Lomba Ulang LCC 4 Pilar Kalbar

MPR RI Ungkap Alasan Batal Gelar Lomba Ulang LCC 4 Pilar Kalbar
Momen siswa SMAN 1 Pontianak bertemu siswa SMAN 1 Sambas. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) akhirnya menemukan titik terang. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mempertemukan perwakilan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas dalam forum dialog terbuka yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Selasa (19/5/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Sekretaris Jenderal MPR RI, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, kepala sekolah, serta para peserta lomba. Dalam forum itu, kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, aspirasi, hingga klarifikasi terkait polemik yang sempat ramai menjadi perhatian publik.

1. Menjaga integritas para pelajar di tengah derasnya arus informasi digital

IMG_0030.jpeg
Perwakilan MPR bertemu dengan Kepsek SMAN 1 Sambas. (IDN Times/Teri).

Perwakilan MPR RI, Abraham Liyanto mengatakan forum dialog sengaja dibangun untuk menghadirkan komunikasi yang sehat sekaligus menjaga integritas para pelajar di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpancing isu yang berkembang di media sosial.

“Di era digitalisasi sekarang, banyak berita bertebaran dan semua orang ingin mengambil panggung, baik lewat isu positif maupun negatif. Tapi anak-anak ini menunjukkan kedewasaan. Mereka tidak ribut dan tetap menjaga suasana kondusif,” ujarnya.

2. Wacana menggelar ulang lomba

IMG_9977.jpeg
Siswa SMAN 1 Pontianak. (IDN Times/Teri).

Dalam dialog tersebut, MPR RI juga mengungkapkan sempat muncul wacana untuk menggelar lomba ulang sebagai langkah antisipasi atas polemik yang terjadi. Namun setelah mendengarkan langsung pandangan para peserta, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

“Kami awalnya berpikir lomba ulang perlu dilakukan karena takut mereka kecewa. Bahkan semua persiapan sudah kami siapkan. Tetapi ternyata yang mereka tuntut bukan soal juara, melainkan penjelasan dan klarifikasi,” kata Abraham.

Ia mengaku terharu karena baik pihak SMAN 1 Sambas maupun peserta dari Pontianak secara terbuka menyatakan tidak menginginkan lomba ulang.

“Mereka menunjukkan sikap yang luar biasa. Kami menghargai keputusan yang sudah mereka ambil dan kami setuju dengan pendapat mereka,” tambahnya.

3. Dukungan moril kepada SMAN 1 Sambas

IMG_9995.jpeg
Perwakilan MPR bertemu siswa SMAN 1 Sambas. (IDN Times/Teri).

Pada kesempatan itu, MPR RI juga memberikan dukungan moral kepada siswa SMAN 1 Sambas yang sempat menjadi sasaran bullying di media sosial akibat polemik tersebut.

Abraham menegaskan kondisi psikologis para siswa harus dijaga karena mereka akan mewakili Kalimantan Barat pada ajang tingkat nasional di Jakarta.

“Kami hadir hari ini juga untuk mendukung kondisi psikologis siswa. Mereka akan berangkat ke Jakarta membawa nama Kalbar, jadi mental mereka harus dijaga,” katanya.

4. Sekolah tidak pernah memberikan tekanan pada siswa

IMG_9984.jpeg
Siswa SMAN 1 Sambas bertemu perwakilan MPR. (IDN Times/Teri).

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sambas, Syafarudin menegaskan pihak sekolah sejak awal tidak pernah memberikan tekanan kepada siswa untuk harus meraih kemenangan.

“Saya tidak mau membebani siswa saya untuk menjadi juara. Kami serahkan sepenuhnya kepada mereka dan tekad mereka sendiri. Kalau terlalu ditekan harus menang, nanti mereka merasa terbebani,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini sekolah fokus mendampingi siswa menghadapi persiapan akademik sekaligus persiapan menuju kompetisi tingkat nasional.

“Sekarang fokus dulu pada sumatif dan nilai rapor. Setelah itu baru persiapan ke Jakarta. Kami senang karena hari ini ada ruang dialog yang baik dan anak-anak bisa menyampaikan pendapat mereka secara langsung,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Sering Membandingkan Anak? Hati-Hati, Itu Termasuk Toxic Parenting

20 Mei 2026, 02:00 WIBNews