Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Optimis, Lima Pasien di Balikpapan Sembuh dari  COVID-19
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (IDN Times/Haikal)

Balikpapan, IDN Times - Gugus Tugas COVID-19 Kota Balikpapan memberikan update terbaru hasil pemantauan harian kewaspadaan infeksi COVID-19 per 9 Mei 2020 ini sebanyak lima orang pasien positif dinyatakan sembuh. 

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersyukur atas kesembuhan lima orang pasien ini yang dinyatakan negatif dalam dua kali dalam pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebelumnya, pada Jumat (8/5) sebanyak empat orang juga telah dinyatakan sembuh. Artinya dua hari ini terdapat 9 orang pasien sembuh dari COVID-19. Ini memberikan optimisme bahwa COVID-19 benar-benar bisa disembuhkan.

Namun demikian, Rizal juga mengumumkan adanya penambahan kasus positif COVID-19.

"Tambahan positif seorang perempuan, usia 62 tahun, dirawat dari tanggal 28 April hasil swab baru keluar hari ini," kata Rizal. 

1. Berharap agar tak perlu sampai membuka rumah sakit darurat

Asrama Haji Embarkasi Balikpapan (IDN Times/Hilmansyah)

Rizal mengatakan pengobatan pasien COVID-19 ditanggung oleh pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

"Penanganan ini tidak gampang, biaya kesehatan saja yang di (Pemkot) Balikpapan Rp12 miliar, kemudian pemprov, dan pusat," katanya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa saat ini di 13 rumah sakit yang menangani pasien COVID-19, terdapat 1.600 tenaga medis yang bertugas. Ia berharap agar kasus COVID-19 di Balikpapan tidak semakin parah sehingga rumah sakit darurat yang disiapkan di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan tidak perlu dibuka untuk melayani pasien.

"Kita berdoa supaya RS darurat tidak perlu dipergunakan," katanya. 

Meskipun demikian, mengingat alat PCR telah tersedia dan segera dapat dipergunakan di RS Pertamina Balikpapan, maka diperkirakan kasus positif COVID-19 akan melonjak tajam. Untuk itu, rumah sakit darurat ini tetap dipersiapkan.

2. Pasien positif COVID-19 memiliki penyakit bawaan

RSUD Kanujoso Djatiwibowo. (IDN Times/Surya Aditya)

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan pasien positif COVID-19 ini memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Selain itu, ini juga merupakan penularan akibat transmisi lokal.

"Ada penyakit komorbid, kontak erat dengan PDP sebelumnya. Ada masalah di paru-paru," kata dokter yang akrab dipanggil Dio ini.

Ia juga menjelaskan bahwa pasien positif COVID-19 ini akan dipindahkan hari ini dari RS Restu Ibu ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo. 

3. Kesaksian pasien sembuh COVID-19

healthday.com

Salah seorang pasien, Hendri menuturkan ia awalnya diduga menderita TBC baru belakangan ia dinyatakan positif COVID-19. Ia bahkan sempat berkali-kali pindah tempat isolasi di rumah sakit.

Ia meyakini bukan COVID-19 yang akan membuatnya meninggal dunia, melainkan Tuhan. Meskipun demikian, penyakit ini tetap tak boleh disepelekan. Ia percaya bahwa dokter dan obat adalah sarana untuk membantunya sembuh.

Pria berusia 75 tahun ini mengaku untuk recovery dirinya termasuk cepat dibandingkan dengan pasien lainnya yang lebih muda padahal mereka menggunakan obat dan perawatan yang sama.

"Syukur sampai sekarang saya recovery termasuk cepat dibandingkan dengan yang muda, saya tidak tahu kenapa demikian," kata Hendri. 

Ia menambahkan, "Dan yang penting harus disiplin ikuti aturan rumah sakit terutama obat-obatan dan aturan pemerintah," katanya.

Hendri mengucapkan terima kasih atas perawatan yang telah diterimanya dan pemerintah yang telah membiayai pengobatannya.

4. Data kasus COVID-19 di Balikpapan per 9 Mei 2020

Ilustrasi tes swab. (IDN Times/Candra Irawan)

Data pasien terkonfirmasi positif COVID-19 per 9 Mei 2020 sebanyak 39 orang. Diantaranya, telah sembuh sebanyak 16 orang, dua orang meninggal dunia, sedangkan 21 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Untuk jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit yang dirawat sebanyak 23 orang. Sedangkan yang sudah sembuh dan pulang ke rumah ada 81 orang, sementara PDP meninggal dunia enam orang. Total jumlah PDP hingga hari ini adalah 110 orang.

Orang dalam Pemantauan (ODP) di Balikpapan, jumlah seluruh ODP yakni 4.778, yang sudah selesai pemantauan 4.450. Sehingga jumlah ODP yang dikarantina di rumah masih ada 328 orang.

Spesimen COVID-19 yang masih dalam pemeriksaan sebanyak 33 buah, dan sedang dalam perjalanan sebanyak 14 buah. Secara kumulatif saat ini ada 219 spesimen swab COVID-19 yang diperiksa.

Editorial Team

Related Article