Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Pastikan Pembunuhan di Kalteng Bukan Kasus Perampokan
Ilustrasi korban (IDN Times/ Mardya Shakti)

Balikpapan, IDN Times - Kasus pembunuhan pasangan suami istri di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kini dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Dari hasil pengembangan sementara, didapati bahwa kasus pembunuhan tersebut tidak ada sangkut paut dengan perampokan.

"Kasus pembunuhan ini tidak ada barang korban yang diambil," ujar Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Komisaris Polisi Ronny Marthius Nababan saat dihubungi IDN Times melalui pesan singkat, Minggu (25/9/2022).

1. Delapan saksi sudah diperiksa

Polisi saat cek TKP pembunuhan pasutri di Kalteng (dok. Istimewa)

Kasus ini disebut bukan kasus perampokan melihat dari perhiasan yang dikenakan oleh korban F (45) masih dikenakan. Termasuk ponsel kedua korban yang masih ada di TKP.

Sementara ponsel tersebut kini telah diamankan polisi sebagai barang bukti dan akan dijadikan media pengembangan kasus ini.

Sejauh ini total sudah delapan orang saksi yang diperiksa pihak kepolisian. Di mana salah satu saksi merupakan anak perempuan korban berinisial MY (17) yang menjadi saksi kunci.

"Saksi itu ada teman korban, keluarga yang sebelum kejadian datang ke TKP (tempat kejadian perkara) dan tetangga dekat rumahnya," terang Ronny.

2. Kendala tak ada CCTV di TKP

Ilustrasi TKP (IDN Times/Arief Rahmat)

Saat ditanya soal identifikasi awal pelaku, Ronny menyebut, pihaknya masih terus melakukan pendalaman.  Hari ini, pihaknya kembali ke TKP untuk mengorek petunjuk lain di lapangan. 

Hanya saja satu kendala yang dialami pihaknya dalam mengungkap pelaku adalah tidak adanya kamera CCTV di lokasi kejadian. "Iya tidak ada CCTV (di TKP)," ucapnya. 

3. Anak korban alami trauma

Polisi lakukan penyelidikan terkait tewasnya pasutri di Kalteng malam tadi, Jumat (23/9/2022) (dok. Istimewa)

Sedangkan untuk kondisi anak korban, Ronny mengatakan, MY mengalami trauma pasca kejadian tersebut. Sebab MY merupakan orang yang melihat pelaku keluar dari kamar ayahnya.

"Pasti trauma, tetapi untuk sekarang sudah bersama kakaknya. Tadi sudah kami periksa dan sudah normal," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sepasang suami-istri (pasutri) berinisial YA (46) dan F (45) ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya yang berada di Jalan Kamboja Kecamatan Pahandut Palangka Raya Kalteng pada Jumat (23/9/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Keduanya tewas akibat diserang oleh pria tak dikenal dengan senjata tajam jenis parang. 

Hal itu diungkapkan oleh Kapolresta Palangka Raya Komisaris Besar Polisi Budi Santosa kepada IDN Times. 

"Benar, saat itu anak perempuan korban berinisial MY (17) kebetulan berada di lokasi kejadian dan melihat ada orang tak menggunakan pakaian membawa parang," jelasnya kemarin, Sabtu (24/9/2022).

Curated For You

Editorial Team

Related Article