Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ribuan Pemudik Berlayar dari Pelabuhan Samarinda Tujuan Pare-Pare

Ribuan Pemudik Berlayar dari Pelabuhan Samarinda Tujuan Pare-Pare
Ilustrasi mudik menggunakan kapal di Dermaga Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Sebanyak 1.972 arus mudik diberangkatkan dari Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Pare-Pare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka berasal dari berbagai daerah di Kaltim seperti Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kota Bontang, dan Samarinda.

"Ke-1.972 pemudik tersebut berangkat hari ini menggunakan Kapal Motor (KM) Prince Soya," ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan KSOP) Kelas II Samarinda Kapten M Ridha R dilaporkan Antara di Samarinda, Minggu (16/4/2023).

1. Arus mudik lebaran lebih tertib dibandingkan tahun lalu

Pelabuhan Benoa sebagai jalur laut antara Bali-NTT. (IDN Times/Hisyam Keleten Kelin)
Pelabuhan Benoa sebagai jalur laut antara Bali-NTT. (IDN Times/Hisyam Keleten Kelin)

Ia bersyukur karena dalam proses menaikkan penumpang untuk musim mudik lebaran kali ini lebih tertib ketimbang tahun lalu, sehingga diharapkan prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada pemudik.

Lebih tertibnya menaikkan penumpang pada musim mudik kali ini, lanjutnya, karena belajar dari pengalaman musim mudik tahun lalu yang kurang terkontrol, sehingga dari hasil evaluasi, kemudian dicari titik lemah untuk dilakukan perbaikan.

Di antara perbaikan sistem pelayanan yang dilakukan itu antara lain penerapan tiket secara daring, kemudian pemudik yang jauh dari luar Samarinda seperti dari Kutai Timur, Berau, dan lainnya namun telah tiba di pelabuhan dan telah mengantongi tiket, diperbolehkan masuk ke kapal lebih dulu meski sehari sebelum jam keberangkatan.

2. Proses arus mudik untuk menghindari antrean masuk kapal

Kapal penumpang PELNI, KM Kelud. (dok. PELNI)
Kapal penumpang PELNI, KM Kelud. (dok. PELNI)

Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan massa saat antre masuk kapal, jika semua penumpang harus naik dalam hari dan jam yang sama. 

Seperti 1.972 penumpang yang sudah berangkat pada Minggu pagi ini, jumlah sebanyak itu bukan merupakan penumpang yang semuanya masuk kapal di hari ini, namun sehari sebelumnya sudah dibolehkan naik kapal, sehingga hari ini tidak terjadi antrean panjang seperti tahun lalu.

Begitu pula untuk rencana memberangkatkan penumpang pada Rabu (19/4) pihaknya juga akan mempersilahkan pemudik yang telah mengantongi tiket untuk naik kapal meski sebelum hari Rabu, sehingga di hari H tidak terjadi penumpukan.

3. Arus mudik dengan menumpang KM Cattleya Express

Penumpang Kapal PELNI mengantre untuk memasuki kapal. (dok. PELNI)
Penumpang Kapal PELNI mengantre untuk memasuki kapal. (dok. PELNI)

Berdasarkan pemantauan, untuk calon penumpang yang akan berangkat ke Pare-Pare dengan Kapal Motor (KM) Cattleya Express pada Rabu mendatang, hari ini sudah banyak yang tiba di Pelabuhan Samarinda.

Di sisi lain, KM Cattleya Express untuk keberangkatan tiga hari mendatang pun, pada Minggu siang sudah tiba di Samarinda, sehingga setelah dilakukan pengecekan, maka secara tertib dan perlahan, para pemudik tersebut akan boleh masuk kapal meski mereka akan berangkat tiga hari lagi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

DPRD Kaltim Janji Kawal Perpanjangan SK Guru PPPK hingga Tuntas

27 Mei 2026, 19:31 WIBNews