SPBU di Kalbar Diserbu Antrean, Pertamina Ungkap Penyebab Utamanya

- Antrean kendaraan di SPBU Kalimantan Barat dipicu keterlambatan distribusi BBM karena kapal pengangkut menunggu pasang saat debit Sungai Kapuas surut.
- Kapal telah bersandar di Depo Pertamina Siantan dan penyaluran BBM kembali normal; Pertamina menyatakan stok aman sambil mengevaluasi faktor peningkatan permintaan BBM subsidi.
- Sejumlah SPBU Pontianak sempat kehabisan stok dan antrean berlanjut; Pertamina mengimbau warga tidak membeli berlebihan, sementara harga Pertalite eceran naik dari Rp12.000 menjadi Rp14.000.
Pontianak, IDN Times - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali terjadi.
Antrean tersebut dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) setelah kapal pengangkut tidak bisa langsung memasuki alur Sungai Kapuas akibat debit air yang surut.
Kondisi tersebut membuat kapal pengangkut BBM harus menunggu air pasang sebelum dapat melanjutkan perjalanan menuju Depo Pertamina Siantan.
1. Keterlembatan kapal BBM sandar buat antrean di SPBU

Akibatnya, pasokan BBM ke sejumlah SPBU sempat mengalami keterlambatan dan memicu antrean kendaraan.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan kapal pengangkut BBM sempat tertahan pada malam hari karena tidak memungkinkan melintasi alur Sungai Kapuas saat air surut.
“Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan,” kata Widhi, Senin (27/7/2026).
2. Pertamina pastikan BBM aman dan sudah kembali normal

Widhi memastikan distribusi BBM kini telah kembali berjalan normal setelah kapal berhasil bersandar di Depo Siantan.
Pertamina juga terus melakukan evaluasi untuk mengetahui faktor lain yang turut memicu antrean di sejumlah SPBU.
Menurut Widhi, selain keterlambatan distribusi akibat faktor alam, antrean diduga dipengaruhi meningkatnya permintaan BBM subsidi seiring adanya pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi.
“Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
3. Imbau warga tak berlebihan beli BBM

Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena pasokan dalam kondisi aman dan distribusi telah kembali berlangsung normal.
Dari pantauan langsung di lapangan tampak sejumlah titik di SPBU Pontianak dipadati antrean sepeda motor dan mobil sejak pagi. Bahkan ada beberapa SPBU yang kehabisan BBM.
“Tadi pagi masih pada antre, terus jam 10.00 WIB tadi ada yang sudah habis di SPBU Pancasila. Terus siang ke sore ini sudah ada lagi stoknya tapi antre. Di eceran juga naik harganya,” ungkap salah satu warga Pontianak, Anggit.
Sedangkan BBM jenis pertalite yang dijual di eceran juga dipadati oleh pengendara. Atas peristiwa tersebut, sejumlah eceran menaikkan harga Pertalite yang semula Rp12.000, kini dijual Rp14.000.

















