Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tak Perlu ke Surabaya, Rumah Sakit di Balikpapan Bisa Tes Swab Sendiri
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga (tengah masker hitam) ketika meninjau rencana pengoperasian alat PCR di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (IDN Times/Haikal)

Balikpapan, IDN Times - Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) segera mengoperasikan alat uji polymerase chain reaction (PCR). Dengan gawai ini tingkat penyebaran virus corona atau COVID-19 bisa diketahui dengan cepat. Demikian dikatakan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga ketika meninjau rencana pengoperasian alat PCR di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB).

"Kita bertahap operasikan, di Jakarta sudah jalan (beroperasi), kalau di RSPB kita akan mulai jalan Senin, 18 Mei 2020," ujarnya pada Kamis (14/5).

1. Dua alat pemeriksaan COVID-19 di Balikpapan segera menerima sampel tes swab dari daerah lain

Dok. IDN Times/Istimewa

Saat ini Balikpapan sudah memiliki dua alat pemeriksaan COVID-19, yakni tes cepat molekuler (TCM) di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dan PCR di RSPB.

"Nanti kita juga akan melayani pemeriksaan swab dari PPU, Paser dan Kaltara yang punya akses bandara ke sini (Balikpapan)," tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSPB Samsul Bahri mengatakan untuk beberapa hari ini pihaknya akan mulai uji coba dengan alat PCR sebelum benar-benar dioperasikan pada Senin mendatang. Untuk tahap pertama, pihaknya hanya melayani 40 pemeriksaan.

"Cukup 40 saja dulu, karena kami tidak bisa main-main dengan kuman, jadi harus benar-benar safety," terangnya.

2. Ada 5.000 reagen PCR tersedia untuk tes COVID-19 di Balikpapan

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (IDN Times/Haikal)

Untuk saat ini, ia menjelaskan bahwa RSPB memiliki stok 5.000 reagen PCR untuk melaksanakan tes COVID-19. Dan selanjutnya bakal dipesan bertahap. Mengenai izin operasional laboratorium PCR, sedang diurus sambil alat PCR dioperasikan.

"Kami sudah ajukan ke Kementerian Kesehatan, tapi alatnya tetap kami operasikan sambil jalan saja," ungkapnya.

3. Penanganan COVID-19 di Balikpapan bakal lebih cepat dari sebelumnya

Paxabay

Terpisah, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, dengan adanya alat ini maka pemeriksaan swab pasien jauh lebih cepat. Selanjutnya penanganan persoalan COVID-19 di Balikpapan dan daerah lain bisa perlahan-lahan bisa diatasi. Maklum saja, selama ini Kaltim memang tergantung dengan pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi tidak ada lagi pasien yang harus dirawat lama di rumah sakit, karena sebelumnya ada pasien yang harusnya dirawat sampai 43 hari karena menunggu hasil pemeriksaan swab yang makan waktu," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article