Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada! Ini 5 Gejala Kepribadian Antisosial yang Perlu Kamu Ketahui

Waspada! Ini 5 Gejala Kepribadian Antisosial yang Perlu Kamu Ketahui
ilustrasi gangguan kepribadian antisosial/ASPD(pexels.com/Olia danilevich)

Kepribadian antisosial atau Antisocial Personality Disorder (ASPD) merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan pola perilaku yang mengabaikan norma sosial serta hak-hak orang lain.

Individu dengan gangguan ini cenderung bersikap manipulatif, impulsif, dan tidak bertanggung jawab. Dalam beberapa kasus, mereka juga dapat menunjukkan perilaku agresif atau terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.

Penderita ASPD umumnya memiliki tingkat empati yang rendah dan jarang merasa bersalah atas tindakan yang mereka lakukan. Kondisi ini membuat mereka sering mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

Menurut sumber psikologi PsychCentral, gejala ASPD biasanya memuncak pada usia 24 hingga 44 tahun, kemudian cenderung menurun setelah seseorang memasuki usia 45 tahun. Meski demikian, gangguan ini tetap tergolong serius karena dapat berdampak buruk bagi penderita maupun orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali sejumlah gejala yang sering muncul pada individu dengan kepribadian antisosial.

1. Sulit merasakan empati terhadap orang lain

Empati
ilustrasi kurang empati terhadap orang lain(pexels.com/Liza Summer)

Individu dengan ASPD sering menunjukkan kesulitan memahami atau merasakan emosi orang lain. Mereka terlihat tidak peduli terhadap perasaan orang di sekitarnya, sehingga hubungan sosial yang mereka jalani sering kali tidak sehat.

2. Sering berbohong dan menipu orang lain untuk keuntungan pribadi

Bohong
Ilustrasi berbohong(pexels.com/Ketut Subiyanto)

Orang dengan ASPD kerap menggunakan kebohongan atau manipulasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Bagi mereka, cara tersebut dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.

3. Kurang atau tidak merasa bersalah atas perilakunya

Merasa salah
ilustrasi tidak merasa bersalah(pexels.com/Liza Summer)

Salah satu ciri utama ASPD adalah minimnya rasa bersalah atau penyesalan. Bahkan ketika tindakan mereka merugikan orang lain, penderita gangguan ini jarang merasa perlu meminta maaf atau memperbaiki kesalahan.

4. Sering bertindak impulsif

Impulsif
ilustrasi bertindak impulsif(pexels.com/Krira Burton)

Individu dengan ASPD sering bertindak secara impulsif tanpa memikirkan konsekuensi. Mereka juga cenderung mengabaikan tanggung jawab, aturan, dan norma sosial yang berlaku.

5. Agresif dan mudah marah

Agresif
ilustrasi seorang yang bertindak agresif(pexels.com/MART PRODUCTION)

Penderita ASPD juga sering menunjukkan perilaku agresif dan mudah tersulut emosi. Dalam situasi tertentu, mereka dapat bereaksi secara berlebihan, bahkan secara fisik, ketika merasa terancam atau tidak dihargai.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa ASPD tidak dapat didiagnosis hanya berdasarkan satu atau dua gejala saja. Diagnosis yang tepat harus dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang mengarah pada gangguan ini, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. Penanganan melalui terapi psikologis maupun pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala serta memperbaiki hubungan sosial dengan orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Waspada! Ini 5 Gejala Kepribadian Antisosial yang Perlu Kamu Ketahui

16 Mar 2026, 17:00 WIBNews