Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Apa? Mauro Tarik Kiper Borneo FC saat Tertinggal 0-1 dari Persija
Pesepak bola Borneo FC Redzuan Fachgi (kanan) berusaha melewati pesepak bola Persija Jakarta Kerim Memija (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr
  • Borneo FC kalah 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri. Pelatih Mauro Jeronimo menarik kiper Kadú pada menit ke-77 demi memasukkan pemain asing tambahan, bukan karena cedera atau performa buruk.
  • Pergantian Kadú dengan M Ridho dilakukan karena kuota maksimal tujuh pemain asing. Westherley Nogueira masuk untuk menambah daya serang, tetapi 17 tembakan Borneo FC gagal menghasilkan gol.
  • Mauro menyebut Borneo FC masih membangun skuad dengan lebih dari 24 pemain baru dan opsi striker asing terbatas karena belum fit. Tim selanjutnya menghadapi Persijap Jepara.
  • Borneo FC menarik kiper asing Kadú pada menit ke-77 saat tertinggal 0-1 dari Persija untuk membuka slot pemain asing tambahan, bukan karena cedera atau performa buruk.
  • M Ridho menggantikan Kadú, sementara Westherley Nogueira masuk menambah serangan. Borneo FC mencatat 17 tembakan dan sembilan tepat sasaran, tetapi tetap kalah 0-1.
  • Mauro Jeronimo menyebut skuad baru dengan lebih dari 24 rekrutan masih membangun identitas permainan. Borneo FC berikutnya bertandang menghadapi Persijap Jepara pada 12 September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Keputusan tak biasa diambil Borneo FC Samarinda saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan pertama BRI Super League 2026/27. Ketika tengah mengejar ketertinggalan 0-1, Pesut Etam justru menarik penjaga gawang Aldo Geraldo Manuel Monteiro alias Kadú pada menit ke-77.

Pergantian tersebut cukup mengejutkan karena Kadú tidak mengalami cedera maupun masalah dengan performanya. Posisinya kemudian digantikan M Ridho.

Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menjelaskan keputusan itu diambil untuk memaksimalkan komposisi pemain asing di lapangan sekaligus meningkatkan daya gedor tim.

"Kita butuh satu pemain asing lagi di lapangan, makanya kita ambil keputusan tarik kiper kita," kata Mauro, dikutip dari ILeague.id.

1. Strategi permainan tim

Kadu Monteiro (merah muda) saat menjaga gawangnya. (Instagram.com/baliunitedfc)

Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, Borneo FC membutuhkan tambahan tenaga di lini serang untuk mengejar gol penyama kedudukan.

"Karena jujur mungkin mereka nggak terlalu banyak juga attacking, jadi kita tarik dia dan masukkan satu pemain asing lagi. Bukan karena dia cedera atau penampilan dia nggak bagus," ujarnya.

Langkah itu berkaitan dengan regulasi pemain asing yang berlaku di kompetisi musim ini. Borneo FC telah menurunkan tujuh pemain asing sejak awal pertandingan, yakni Kadú Monteiro, Villa Ruiz, Moussa Diarra, Iago Mendonca, Kablan N'Goma, Gabriel Oliveira, dan Christian Da Silva.

Dengan batas maksimal tujuh pemain asing yang dapat berada di lapangan secara bersamaan, Mauro harus mengeluarkan salah satu pemain asing sebelum memasukkan pemain asing lainnya.

2. Pemain Borneo FC lebih agresif menekan Persija

Pesepak bola Persebaya Surabaya Gali Freitas (kanan) berusaha melewati adangan pesepak bola Borneo FC Westherley Garcia Nogueira (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/12/2025). ANTARA FOTO/Jonathan Yohvinno/foc.

Setelah Kadú ditarik, Mauro memasukkan M Ridho untuk mengisi posisi penjaga gawang. Sementara itu, pemain asal Brasil Westherley Nogueira masuk untuk menambah kekuatan serangan Borneo FC.

Strategi tersebut diterapkan setelah permainan Borneo FC lebih agresif pada babak kedua. Pesut Etam tercatat melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan, dengan sembilan di antaranya tepat sasaran.

Persija Jakarta hanya mencatat delapan tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang Borneo FC.

Namun, agresivitas tersebut belum mampu menghasilkan gol. Hingga pertandingan berakhir, Borneo FC tetap tertinggal 0-1 dan harus mengawali kompetisi dengan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.

Mauro juga mengungkap keterbatasan pilihan pemain asing yang tersedia di bangku cadangan. Salah satu striker asing Borneo FC belum sepenuhnya fit setelah baru pulih dari cedera.

"Tadi kita tidak ada striker asing di bangku cadangan karena striker asing yang kita punya kurang fit. Kondisinya baru pulih cedera. Jadi yang ada di bangku cadangan adalah pemain paling fit yang kita punya," ujar Mauro.

3. Borneo FC sedang membangun tim

Pesepak bola Borneo FC Iago Pereira (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Victor Jonson (kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Borneo FC yang tengah membangun skuad baru. Mauro menyebut lebih dari 24 pemain baru bergabung dengan tim pada musim ini.

Banyaknya pemain baru membuat proses membangun identitas permainan dan menemukan komposisi terbaik membutuhkan waktu.

Meski kalah dari Persija, Mauro menilai timnya tetap menunjukkan sejumlah hal positif yang dapat dikembangkan untuk pertandingan berikutnya.

Borneo FC kini mengalihkan fokus ke pekan kedua BRI Super League 2026/27. Pesut Etam dijadwalkan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article