Asa Juara Borneo FC di Ujung Tanduk, Pesut Etam Bergantung pada Persib

Samarinda, IDN Times - Jalan terjal masih harus dilalui Borneo FC Samarinda untuk meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kompetisi kini hanya menyisakan satu pertandingan, sementara Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 78 poin, unggul dua angka atas Pesut Etam yang berada di posisi kedua.
Hasil imbang saat menghadapi Persijap Jepara pada laga sebelumnya membuat peluang juara Borneo FC semakin menipis. Asa meraih trofi masih terbuka, namun situasinya kini bak misi yang nyaris mustahil.
1. Pertandingan wajib menang lawan Malut United FC

Pada laga terakhir musim ini, Borneo FC akan menjamu Malut United FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu 23 Mei 2026. Pertandingan tersebut menjadi laga hidup mati bagi skuad asuhan Pelatih Fabio Lefundes untuk menjaga peluang menjadi juara.
Selain wajib meraih kemenangan, Borneo FC juga hanya bisa berharap Persib Bandung terpeleset saat menghadapi Persijap Jepara pada waktu yang sama.
Namun, Borneo FC dipastikan tidak akan menghadapi pertandingan mudah. Malut United FC saat ini masih bertengger di posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 53 poin dari 33 pertandingan.
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, Borneo FC bahkan harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-3.
Duel di Stadion Segiri diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan. Malut United dipastikan datang dengan motivasi tinggi, sementara Borneo FC mengemban beban wajib menang demi menjaga asa juara.
2. Persib lebih tenang menghadapi Persijap Jepara

Di sisi lain, Persib Bandung dinilai memiliki peluang lebih besar mengunci gelar saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Hasil imbang saja sudah cukup bagi Maung Bandung memastikan diri menjadi juara dengan koleksi 79 poin. Jumlah tersebut tetap tidak terkejar oleh Borneo FC meski berhasil mengalahkan Malut United.
Apabila kedua tim finis dengan poin sama, Persib tetap unggul dalam perhitungan head to head atas Borneo FC. Pada pertemuan pertama di Bandung, Persib menang 3-1, sedangkan laga di Samarinda berakhir imbang 1-1.
Penyelenggara kompetisi Liga Super musim ini masih menggunakan sistem head to head untuk menentukan posisi akhir jika dua tim memiliki jumlah poin identik.
Sementara itu, Persijap Jepara masih tertahan di papan bawah klasemen, tepatnya di posisi ke-13 dengan koleksi 35 poin dari 33 pertandingan. Persib diprediksi tidak akan menemui banyak hambatan untuk mengamankan poin di hadapan pendukung sendiri.
3. Pertandingan terakhir yang berat bagi Borneo

Situasi tersebut membuat nasib Borneo FC tidak hanya ditentukan hasil laga kontra Malut United, tetapi juga bergantung pada hasil pertandingan Persib Bandung melawan Persijap Jepara.
Sejumlah pendukung Borneo FC pun mulai bersikap realistis setelah tim kesayangannya gagal menang atas Persijap Jepara pada pekan sebelumnya.
Dalam agenda nonton bareng bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, sejumlah suporter mengaku tetap bersyukur Borneo FC mampu finis di papan atas dan berpeluang tampil di kompetisi Asia musim depan.
Pada kesempatan tersebut, Rudy Mas’ud juga berjanji membenahi kualitas pencahayaan Stadion Segiri Samarinda agar memenuhi standar internasional.
Saat ini, pencahayaan stadion disebut baru mencapai sekitar 900 lux, masih di bawah standar minimal AFC/AFF yang mensyaratkan pencahayaan sebesar 1.200 lux untuk pertandingan internasional.
“Kalau hotel yang 18 tahun tidur ini saja bisa kita hidupkan, kenapa hanya lampu Stadion Segiri tidak bisa,” ujar Rudy.














