Sempat Unggul, Borneo FC Justru Tumbang di Markas PSIM Yogyakarta

- Borneo FC kalah 1-2 dari PSIM Yogyakarta pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/27, meski sempat memimpin lewat gol Asgal Habib menit ke-34.
- PSIM membalikkan keadaan pada babak kedua melalui gol Adrian Purzycki menit ke-57 dan Savio Sheva tujuh menit kemudian di Stadion Sultan Agung, Bantul.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi PSIM musim ini setelah dua imbang dan lima kalah; tim diminta segera fokus menghadapi Dewa United pada 6 November 2026.
Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda gagal membawa pulang poin dari markas PSIM Yogyakarta pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/27. Sempat unggul lebih dulu, Pesut Etam justru harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026).
Borneo FC sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Tim berjuluk Pesut Etam itu berhasil membuka keunggulan melalui gol Asgal Habib pada menit ke-34. Keunggulan tersebut membuat Borneo FC menutup babak pertama dengan skor 1-0.
1. Tuan rumah mampu mengejar ketinggalan

Pesepak bola Borneo FC Asgal Habib (kanan) dan pesepak bola Bali United Teppei Yachida (kiri) berebut bola pada pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/kye Namun, keunggulan Borneo FC tak mampu dipertahankan setelah PSIM bangkit pada babak kedua. Tuan rumah menyamakan kedudukan melalui Adrian Purzycki pada menit ke-57, sebelum Savio Sheva mencetak gol kedua tujuh menit berselang.
Dua gol dalam rentang waktu tujuh menit tersebut membuat Borneo FC kehilangan keunggulan sekaligus harus menerima kekalahan dalam lawatan ke Bantul.
Hasil ini sekaligus mengakhiri harapan PSIM untuk meraih kemenangan perdana musim ini. Sebelumnya, Laskar Mataram hanya mampu mengumpulkan dua hasil imbang dan menelan lima kekalahan dari tujuh pertandingan.
2. Kemenangan perdana PSIM Yogyakarta

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Muhammad Iqbal (tengah) berselebrasi seusai menjebol gawang tim Borneo FC Samarinda pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj. Caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, mengaku kemenangan tersebut terasa emosional bagi timnya. Dia mengapresiasi kerja keras para pemain yang tetap berjuang meski sempat tertinggal lebih dulu.
“Alhamdulillah. Semua berkat kerja keras pemain, berkat doa suporter, doa keluarga kami di rumah sehingga kita bisa dapat tiga poin. Ini adalah sesuatu yang luar biasa untuk kami,” kata Guntur dikutip dari Ileague.id seusai pertandingan.
Dia juga mengaku bangga dengan respons para pemain PSIM yang tidak menyerah setelah kebobolan lebih dulu.
“Saya sangat salut, sangat bangga dengan respons dari para pemain. Mereka tidak mau menyerah, mereka terus bekerja, tetap berlari, tetap mencoba untuk mencari gol dan ya akhirnya, kita berhasil mengamankan tiga poin,” ujarnya.
3. Modal penting PSIM di BRI Super League 2026/27

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Irfan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Amar Rayhan Brkic (kiri) pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj. Menurut Guntur, kemenangan ini menjadi titik awal bagi PSIM untuk kembali membangun daya saing di kompetisi musim ini. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa perjalanan kompetisi masih panjang.
PSIM selanjutnya akan menghadapi Dewa United pada Jumat (6/11/2026). Guntur meminta para pemain tidak larut dalam euforia kemenangan dan segera kembali mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.













