Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo awali kiprah di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026). IG_borneofc.id
  • Borneo FC kalah 2-1 dari PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul setelah sempat unggul lewat gol Asgal Habib pada babak pertama.

  • PSIM membalikkan keadaan dengan dua gol babak kedua, termasuk tendangan keras dari luar kotak penalti yang menjadi penentu kemenangan.

  • Pelatih Mauro Jeronimo menyoroti permainan Borneo FC yang tidak konsisten dan kehilangan bola; kekalahan membuat tim berada di peringkat 12 dengan 9 poin dari tujuh laga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Borneo FC harus menelan pil pahit kalah dari PSIM Yogyakarta skor 2-1 pekan kedelapan saat bertandang ke Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (1/11/2026). Pesut Etam sempat unggul terlebih dahulu lewat kaki Asgal Habib tetapi justru menyerah kalah di akhir pertandingan atas Laskar Mataram.

Hasil negatif ini membawa Borneo FC tertahan di peringkat 12 klasemen sementara dengan 9 poin dari tujuh laga.

1. Jalannya pertandingan PSIM versus Borneo FC

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Irfan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Amar Rayhan Brkic (kiri) pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj.

Laskar Mataram berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1 pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026), itu membuat Pesut Etam pulang tanpa membawa poin.

Borneo FC sempat unggul lebih dulu pada babak pertama melalui gol Asgal Habib. Ia sukses memanfaatkan umpan terukur Aditya Warman dan melepaskan tendangan kaki kiri yang gagal diantisipasi pertahanan tuan rumah.

Namun, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan Pesut Etam. Laskar Mataram bangkit pada babak kedua dan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan. Gol penentu kemenangan tuan rumah tercipta melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

2. Permainan Borneo FC masih dianggap tidak konsisten

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Muhammad Iqbal (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Rahmad Dandy Sonriza (kiri) pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj.

Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengakui timnya tampil kurang konsisten sepanjang pertandingan. Ia menilai anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan pada 30 menit awal babak pertama, meski berhasil mencetak gol.

"Menurut saya dalam pertandingan ini ada dua babak yang berbeda. Di 30 menit awal babak pertama performa kita tidak bagus, kita sering kehilangan bola tetapi sempat mencetak gol. Kemudian pada babak kedua sedikit lebih bagus, tapi kita kebobolan. Inilah sepak bola, hasil ini jadi pelajaran untuk kita hari ini supaya ke depannya lebih bagus," ujar Mauro.

Mauro juga mengakui kualitas gol kedua Laskar Mataram yang menjadi penentu kemenangan. Menurutnya, Borneo FC seharusnya bisa mengantisipasi peluang tersebut dengan menutup ruang tembak pemain lawan.

"Khusus buat gol kedua sangat luar biasa, kita harus akui pemain lawan mendapat bola dan melakukan shooting dari jauh. Sekiranya kita harus ada satu pemain yang bisa melakukan blocking, tapi selamat, mereka layak menang," tambahnya.

3. Hasil yang jadi bahan evaluasi tim

Pesepak bola Borneo FC Asgal Habib (kanan) dan pesepak bola Bali United Teppei Yachida (kiri) berebut bola pada pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/kye

Sementara itu, pencetak gol Borneo FC, Asgal Habib, mengakui hasil pertandingan belum berpihak kepada timnya. Meski demikian, ia menilai permainan Pesut Etam menunjukkan perbaikan pada babak kedua.

"Memang bukan rezeki Borneo FC. Babak kedua permainan sudah bagus, semoga di pertandingan setelahnya kami bisa meraih tiga poin," kata Asgal.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Borneo FC untuk memperbaiki konsistensi permainan. Pesut Etam pun diharapkan mampu bangkit dan kembali meraih poin pada pertandingan berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article