Pesepak bola PSIM Yogyakarta Muhammad Iqbal (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Rahmad Dandy Sonriza (kiri) pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengakui timnya tampil kurang konsisten sepanjang pertandingan. Ia menilai anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan pada 30 menit awal babak pertama, meski berhasil mencetak gol.
"Menurut saya dalam pertandingan ini ada dua babak yang berbeda. Di 30 menit awal babak pertama performa kita tidak bagus, kita sering kehilangan bola tetapi sempat mencetak gol. Kemudian pada babak kedua sedikit lebih bagus, tapi kita kebobolan. Inilah sepak bola, hasil ini jadi pelajaran untuk kita hari ini supaya ke depannya lebih bagus," ujar Mauro.
Mauro juga mengakui kualitas gol kedua Laskar Mataram yang menjadi penentu kemenangan. Menurutnya, Borneo FC seharusnya bisa mengantisipasi peluang tersebut dengan menutup ruang tembak pemain lawan.
"Khusus buat gol kedua sangat luar biasa, kita harus akui pemain lawan mendapat bola dan melakukan shooting dari jauh. Sekiranya kita harus ada satu pemain yang bisa melakukan blocking, tapi selamat, mereka layak menang," tambahnya.