Sering Capek saat Lari? Coba 8 Cara Ini biar Tahan Lebih Lama

Olahraga lari digemari banyak orang karena mudah dilakukan dan menyehatkan. Namun, tidak sedikit pelari yang mengeluhkan cepat lelah sebelum mencapai jarak atau durasi lari yang diinginkan. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa daya tahan kardiovaskular tubuh masih perlu ditingkatkan.
Agar mampu berlari lebih jauh tanpa cepat kehabisan tenaga, berikut sejumlah tips yang dirangkum dari detikSumut dan dapat diterapkan oleh pelari pemula maupun berpengalaman.
1. Tentukan target lari

Menetapkan target yang jelas menjadi langkah awal yang penting. Target bisa berupa jarak tempuh, durasi lari, atau teknik yang ingin diperbaiki. Mulailah dengan sasaran yang realistis dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi tanpa risiko cedera.
2. Memilih sepatu lari yang cocok

Pemilihan sepatu lari yang tepat juga tidak boleh diabaikan. Sepatu dengan bantalan yang baik dan sesuai bentuk kaki akan meningkatkan kenyamanan sekaligus membantu mencegah cedera selama berlari.
3. Lakukan pemanasan

Sebelum mulai berlari, lakukan pemanasan selama 5–15 menit. Peregangan dinamis dan latihan aerobik ringan berguna untuk mempersiapkan otot dan mengurangi risiko cedera.
4. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Selain itu, menjaga hidrasi tubuh sangat penting. Kekurangan cairan dapat menurunkan performa dan membuat tubuh lebih cepat lelah. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah berlari untuk menjaga stamina serta mencegah kram otot.
5. Mulai dengan jalan santai

Pelari juga disarankan memulai dengan lari santai. Fase ini membantu tubuh menyesuaikan diri sebelum meningkatkan kecepatan dan intensitas lari, sekaligus berfungsi sebagai pemanasan tambahan.
6. Kendalikan pernapasan

Teknik pernapasan yang benar turut memengaruhi performa. Cobalah menarik napas dalam melalui hidung dan menghembuskannya secara teratur untuk memastikan pasokan oksigen ke tubuh tetap optimal.
7. Konsumsi karbohidrat yang cukup

Asupan energi sebelum berlari juga perlu diperhatikan. Makanan tinggi karbohidrat, seperti nasi, pasta, atau kentang, dapat membantu mencegah penipisan glikogen yang menjadi sumber energi utama saat berlari.
8. Tetap rileks saat berlari sambil mendengarkan musik

Agar tetap termotivasi, mendengarkan musik dengan tempo 120–140 ketukan per menit bisa menjadi pilihan. Musik dengan irama yang tepat dapat membantu menjaga ritme dan stamina selama berlari.
Dengan menerapkan tips-tips tersebut secara konsisten, kemampuan daya tahan dan stamina saat berlari dapat meningkat secara bertahap. Lari pun menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan menyehatkan.


















