Perempuan Tuli Pontianak Antusias Ikuti Workshop Buket Bunga Kawat Mercy

Pontianak, IDN Times - Puluhan perempuan tuli di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mengikuti workshop pembuatan buket bunga dari kawat mercy di Perpustakaan Kota Pontianak, Selasa (20/1/2026).
Sebanyak 25 peserta yang tergabung dalam komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) ambil bagian dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak tersebut.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari merangkai kelopak bunga matahari, menyusun tangkai dan daun, hingga mengemasnya menjadi buket bunga yang menarik.
1. Wujudkan ruang yang inklusif

Kepala Disperpusip Kota Pontianak, Rendrayani, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
“Ini merupakan wujud perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan terbuka untuk semua, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu, termasuk teman-teman disabilitas,” ujar Rendrayani, yang akrab disapa Riri.
Ia menjelaskan, pelatihan ini difokuskan pada pemberian keterampilan sederhana dan ekonomis bagi perempuan tuli agar dapat dikembangkan secara mandiri.
“Masih tahap pelatihan dasar. Kami ingin memberikan pengayaan keterampilan bagi ibu-ibu dari komunitas Gerkatin dan HDWI,” katanya.
2. Rutin menggelar workshop

Ke depan, Disperpusip Kota Pontianak berencana menggelar pelatihan serupa secara rutin dan bertahap dengan berbagai materi keterampilan lainnya. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi para peserta.
“Buket bunga seperti ini banyak dibutuhkan, misalnya untuk wisuda atau ulang tahun. Bahannya mudah didapat dan gampang dikreasikan, sehingga berpotensi menjadi peluang usaha,” jelas Riri.
3. Tambah pengalaman baru

Salah satu peserta, Arini, mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan pembuatan buket bunga dari kawat mercy. Ia mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Ini pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan membuat buket bunga. Ke depannya, keterampilan ini ingin saya kembangkan untuk membuka usaha,” ujar Arini.
Menurutnya, teknik pembuatan buket bunga tersebut cukup mudah dipahami dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dipelajari.
“Menurut saya cukup mudah, apalagi sudah diajarkan langkah-langkahnya,” tutupnya.


















