Kupu-kupu Kaisar Ungu, Si Cantik Misterius dengan Kilau Ungu Memikat

Kupu-kupu Kaisar Ungu atau Apatura iris dikenal sebagai salah satu spesies kupu-kupu paling memukau di dunia. Nama Apatura berasal dari bahasa Yunani yang berarti “penipu”, sementara Iris merujuk pada dewi pelangi dalam mitologi Yunani.
Keindahan paling mencolok terlihat pada kupu-kupu jantan yang memiliki kilau ungu pada sayapnya. Sementara itu, betina cenderung tidak memiliki warna ungu yang mencolok. Sayap belakangnya dihiasi perpaduan warna hitam, ungu, dan oranye. Lebar sayap jantan berkisar 2,8 hingga 3 inci, sedangkan betina lebih besar dengan rentang 3,15 hingga 3,54 inci.
Meski banyak diburu oleh pencinta alam, kupu-kupu Kaisar Ungu tergolong sulit ditemukan. Spesies ini dikenal gemar terbang tinggi di kanopi pepohonan.
1. Habitat kaisar ungu

Mengutip AZ Animals, kupu-kupu Kaisar Ungu banyak ditemukan di beberapa wilayah Inggris, terutama di sekitar pohon willow dan tanaman berdaun lebar. Selain itu, mereka juga menghuni kawasan hutan di berbagai wilayah Eropa dan Asia.
2. Siklus hidup kaisar ungu

Siklus hidup kupu-kupu ini dimulai dari telur yang menetas dalam waktu dua hingga tiga minggu. Setelah menetas, larva atau ulat berwarna hijau dengan garis dan bintik putih mulai berkembang. Ulat Kaisar Ungu mengalami lima kali pergantian kulit, dengan tanduk di bagian kepala yang perlahan tumbuh menyerupai siput berwarna hijau.
Untuk mencapai fase dewasa, ulat membutuhkan waktu sekitar 10 bulan. Selama musim dingin, mereka akan berhibernasi. Saat dewasa, panjang ulat mencapai 1,37 hingga 2,2 inci.
Tahap berikutnya adalah kepompong, dengan panjang sekitar 1,18 hingga 1,38 inci dan lebar 0,47 hingga 0,59 inci. Pada sekitar bulan Juli, kepompong tersebut bermetamorfosis menjadi kupu-kupu dewasa.
3. Kupu-kupu lain biasanya memakan nektar bunga, sedangkan kaisar ungu lebih suka memakan kotoran busuk hewan

Berbeda dari kebanyakan kupu-kupu yang mengonsumsi nektar bunga, Kaisar Ungu memiliki kebiasaan makan yang unik. Mengutip Game & Wildlife Conservation Trust, spesies ini justru menyukai kotoran hewan yang membusuk untuk mendapatkan mineral dan garam.
Kotoran yang dikonsumsi antara lain kotoran rubah dan anjing. Selain itu, mereka juga mengisap getah pohon, embun madu dari kutu daun, hingga bangkai hewan.
4. Mereka dapat berkamuflase untuk melindungi diri

Untuk menghindari predator, Kaisar Ungu menggunakan teknik kamuflase. Dengan melipat sayapnya, bagian bawah tubuhnya tampak menyatu dengan lingkungan sekitar sehingga sulit terlihat oleh pemangsa, sebagaimana dijelaskan Kidadl.
Adapun predator alami kupu-kupu ini antara lain burung pelatuk, jay, dan kukuk. Burung-burung tersebut memangsa Kaisar Ungu saat masih dalam fase kepompong dengan paruh tajamnya, menurut AZ Animals.
5. Jantan cenderung teritorial melawan jantan lainnya untuk mendapatkan si betina

Kupu-kupu Kaisar Ungu jantan dikenal sangat teritorial. Mereka akan mempertahankan wilayahnya dari jantan lain demi menarik perhatian betina. Saat betina memasuki wilayahnya, jantan akan melakukan ritual kawin dengan mengepakkan sayap dan melepaskan feromon untuk menarik pasangan.
6. Lama hidup kaisar ungu

Menurut Kidadl, usia hidup kupu-kupu Kaisar Ungu berkisar antara satu hingga enam bulan, tergantung kondisi lingkungan dan asupan nutrisi. Namun, sebagian individu memiliki usia lebih pendek akibat faktor eksternal, termasuk aktivitas manusia.
Saat ini, keberlangsungan hidup kupu-kupu Kaisar Ungu menghadapi ancaman serius. Hilangnya habitat akibat penggundulan hutan, alih fungsi lahan, urbanisasi, perubahan iklim, serta penggunaan pestisida menjadi faktor utama yang menekan populasi spesies ini.


















