Surat Suara Pilpres Hanya Dua Kolom, Ini Penjelasan KPU Kalbar

Pontianak, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan simulasi yang akan digelar selanjutnya akan melengkapi surat suara pilpres dengan berisi tiga pasangan calon.
Sebelumnya, warga dihebohkan dengan hanya ada dua surat suara pilpres 2024 saat simulasi. Ketua KPU Provinsi Kalbar Muhammad Syarifudin Budi memastikan simulasi selanjutnya akan merapikan kembali surat suara tersebut.
"Pada prinsip KPU sangat berkepentingan dengan pelaksanaan pemilu yang berintegritas yang dibuktikan dengan melayani, dan memperlakukan seluruh peserta pemilu secara jujur, adil dan bertanggung jawab,” jelas Budi, Senin (8/1/2024).
1. Simulasi selanjutnya KPU akan buat 3 surat suara pilpres

Budi menerangkan, untuk simulasi lanjutan pihaknya akan melakukan pemantapan pada 31 Januari mendatang. Pemantapan itu akan digelar untuk 14 kabupaten kota di Kalbar.
“Kita akan ada simulasi lanjutan atau pemantapan dengan jumlah pasangan calon presiden disesuaikan dengan kondisi riil, demikian juga untuk peserta pemilu lainnya. Sudah ada surat arahan KPU RI untuk kebutuhan simulasi dimaksud,” terang Budi.
Untuk memenuhi keinginan atau respons msyarakat, KPU akan melakukan pemantapan simulasi agar semakin baik, paling lambat pada 31 Januari dengan melibatkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
“Penting bagi kami untuk melakukan pemantapan simulasi pemungutan dan penghitungan suara agar kemampuan administrasi petugas semakin baik, dan proses one man, one vote dan one value dapat dipindahkan secara administrasi dengan baik,” paparnya.
2. Ketua DPC PDIP Pontianak minta KPU jangan main-main

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Pontianak Satarudin protes soal simulasi surat suara pilpres 2024 yang hanya berisi dua pasangan calon.
Satarudin mengingatkan kepada KPU untuk tidak main-main dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.
“Kita protes simulasi surat suara hanya mencantumkan dua paslon saja, KPU jangan main-main, harus serius,” ungkap Satarudin.
Satarudin menyebutkan, pemilihan presiden diikuti oleh tiga pasangan calon maka dari itu seharusnya simulasi pemungutan suara pun harus menggunakan surat suara yang riil, terdiri dari tiga kolom pasangan capres-cawapres.
“Simulasi itu latihan jadi harus mendekati kondisi riil pemilu, kalau pesertanya tiga harusnya kolom surat suara simulasi juga tiga,” tegasnya.
3. KPU sebut karena human error

Sebelumnya diberitakan bahwa Komisioner KPU RI Idham Cholik mengatakan, bahwa peristiwa tersebut terjadi karena kesalahan dalam spesimen surat suara pilpres yang dipakai untuk simulasi itu tidak sengaja.
Itu terjadi karena human error atau tidak disengaja dan tidak ada motif lainnya. Pihaknya juga langsung meminta kepada KPU di daerah untuk menghentikan kegiatan simulasi dengan menggunakan surat suara tersebut.
Mereka meminta kepada KPU daerah untuk menggunakan contoh surat suara dengan minimal tiga pasang calon atau lebih.





















