Sebagian besar musibah kebakaran itu penyebabnya karena korsleting listrik. Di balik itu juga ada karena kelalaian masyarakat yang tidak memperhatikan alat kelistrikannya, seperti memakai bahan yang biasa alias tidak standar SNI.
Lantas hal itu sudah sering ditemuinya, banyak warga yang masih memakai kabel listrik maupun terminal yang jauh dari kata layak.
Misalnya juga, biasanya karena MCB jelek, lalu diganti ke arus yang lebih besar. MCB yang tidak standar itu menyebabkan panas, sehingga menimbulkan korsleting dan memicu kebakaran.
“Kami sering lihat warga masih menggunakan kabel yang kurang bagus sehingga mudah memicu kebakaran, apalagi lalu rumah kayu,”
“Maraknya kebakaran ini juga mengharuskan kami untuk selalu menyosialisasikan pencegahan dan penanganan. Warga juga kami sarankan agar memiliki apar yakni alat pemadam api ringan, bisa dimiliki pribadi maupun untuk kompleks atau pun RT,” tutupnya.