Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

HIV di Pontianak Tembus 42 Kasus, Benarkah Lebih dari 100 Orang?

HIV di Pontianak Tembus 42 Kasus, Benarkah Lebih dari 100 Orang?
Ilustrasi HIV AIDS (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Pontianak mencatat 42 kasus baru HIV pada 2026 dan menegaskan angka lebih dari 100 kasus di media sosial tidak seluruhnya berasal dari warga kota.
  • Kota Pontianak menjadi pusat rujukan pengobatan HIV di Kalimantan Barat, sehingga banyak pasien dari daerah lain datang untuk pemeriksaan dan pengobatan.
  • Dinkes mengimbau masyarakat menjaga perilaku aman, setia pada pasangan, serta memanfaatkan layanan tes dan pengobatan HIV yang tersedia di puskesmas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 42 kasus baru HIV pada 2026. Seluruh kasus tersebut merupakan warga Kota Pontianak yang telah dipastikan positif HIV dan kini menjalani pengobatan.

Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah kasus HIV/AIDS di Pontianak yang disebut mencapai lebih dari 100 orang.

Menurut Saptiko, angka tersebut tidak seluruhnya merupakan warga Kota Pontianak.

1. Pontianak jadi daerah rujukan pengobatan HIV

1a6c2e80-bfa8-4ecd-abf1-6089eb9929d7.jpeg
Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko. (IDN Times/istimewa).

Ia menjelaskan, Kota Pontianak menjadi pusat layanan rujukan HIV di Kalimantan Barat sehingga banyak pasien dari berbagai kabupaten/kota datang untuk menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.

“Untuk tahun ini kami menemukan sekitar 42 orang warga Kota Pontianak yang positif HIV. Sementara angka yang diberitakan sebelumnya hingga lebih dari 100 kasus itu belum tentu seluruhnya warga Pontianak, karena banyak yang datang berobat atau melakukan pemeriksaan di sini,” ungkap Saptiko, Rabu (22/7/2026).

2. Dinkes imbau tak hubungan seks di luar nikah

Ilustrasi HIV.
ilustrasi HIV (IDN Times/NRF)

Sebagai ibu kota provinsi dengan fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap, Pontianak memang menerima pasien HIV dari berbagai daerah di Kalbar. Karena itu, data pelayanan di fasilitas kesehatan tidak selalu mencerminkan jumlah kasus yang berasal dari warga Kota Pontianak.

Selain memastikan layanan pengobatan tersedia, Dinkes juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Saptiko menegaskan, perubahan perilaku menjadi salah satu kunci penting dalam menekan penyebaran HIV.

Ia mengimbau masyarakat yang belum menikah untuk menghindari hubungan seksual berisiko. Sementara bagi pasangan yang akan menikah, Dinkes menyediakan program pemeriksaan kesehatan calon pengantin, termasuk tes HIV.

“Kami memiliki program pemeriksaan calon pengantin, termasuk pemeriksaan HIV. Harapannya, pasangan mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menikah,” katanya.

3. Setia dengan pasangan jadi langkah pencegahan penularan HIV

Ilustrasi HIV AIDS (Dok. Kemenkes)
Ilustrasi HIV AIDS (Dok. Kemenkes)

Bagi pasangan yang telah berumah tangga, Saptiko juga mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan kepada pasangan sebagai langkah mencegah penularan HIV.

“Kalau melakukan hubungan di luar pasangan yang sah, risikonya bisa tertular HIV. Kemudian penyakit itu bisa menular lagi kepada pasangan di rumah,” jelasnya.

Saptiko memastikan layanan pengobatan HIV, termasuk pemberian obat antiretroviral (ARV), telah tersedia di puskesmas yang ditunjuk.

Pasien juga mendapatkan pendampingan dan edukasi agar menjalani pengobatan secara rutin serta menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV kepada orang lain.

“Kami berikan pengobatan sekaligus edukasi agar mereka memperbaiki perilaku yang berisiko. Dengan pengobatan yang teratur, kualitas hidup pasien bisa tetap terjaga,” tukasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News Kalimantan Timur

See More