Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebakaran Hanguskan SDN Melayu 5 di Banjarmasin, Siswa Libur Sementara

Kebakaran Hanguskan SDN Melayu 5 di Banjarmasin, Siswa Libur Sementara
SDN Melayu 5 Banjarmasin terbakar
Share Article

Banjarmasin, IDN Times - Musibah kebakaran kembali melanda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kebakaran kali ini menghanguskan SDN Melayu 5, Banjarmasin Tengah, pada Senin (22/7/2024) dini hari.

Beruntung, kebakaran tidak menyebar ke pemukiman warga sekitar. Namun, ruang belajar di sekolah tersebut terpaksa tidak bisa digunakan untuk sementara waktu.

1. Ruangan terbakar termasuk ruangan kepsek

Porak poranda SDN Melayu 5 Banjarmasin pasca kebakaran.
Porak poranda SDN Melayu 5 Banjarmasin pasca kebakaran.

Kepala SDN Melayu 5 Banjarmasin Sri Windari menyampaikan, bahwa kebakaran menyebabkan delapan ruangan di sekolah tidak bisa digunakan, termasuk tiga ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, gudang, dan UKS yang mengalami kerusakan berat.

"Akibat musibah ini, kami meliburkan sekolah selama sepekan. Seluruh murid akan belajar dari rumah," katanya.

2. Sebagian siswa ikut belajar di SDN Melayu 11

SDN Melayu 5 Banjarmasin pasca kebakaran (Dok. Istimewa)
SDN Melayu 5 Banjarmasin pasca kebakaran (Dok. Istimewa)

Kepala Bidang SD Disdik Kota Banjarmasin, Ibnul Qayyim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan cepat agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

"Total siswa SDN Melayu 5 berjumlah 72 orang dari kelas I hingga VI. Sebagai alternatif, mereka akan diarahkan untuk belajar di SDN Melayu 11 Banjarmasin yang lokasinya tidak jauh dari SDN Melayu 5. Tidak hanya siswa, namun 10 guru juga akan dibawa ke sana," ujar Qayyim.

3. Perbaikan sekolah terbakar diusulkan di APBD perubahan

Ilustrasi APBD (dok. istimewa)
Ilustrasi APBD (dok. istimewa)

Terkait perbaikan ruangan yang terbakar, Qayyim menyatakan akan mengusulkan anggaran perubahan APBD tahun ini.

"Kami masih melakukan identifikasi dan menghitung kerusakannya. Namun, perbaikan diperkirakan tidak menelan biaya yang banyak, karena kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap dan plafon saja. Diperkirakan biaya perbaikan sekitar Rp400 juta rupiah," jelasnya.

Qayyim berharap usulan perbaikan ini segera diterima karena bersifat urgent.

Share Article
Topics
Editorial Team
Hamdani
Sri Gunawan Wibisono
Hamdani
EditorHamdani

Latest News Kalimantan Timur

See More

Bisa Tinggalkan Trauma, Hindari 5 Kesalahan Komunikasi Ini ke Anak

01 Jun 2026, 19:00 WIBNews