Wamen Perdagangan Kunjungi Pasar Tradisional di Banjarmasin

Banjarmasin, IDN Times - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, mengunjungi Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (18/11/2024).
Dalam kunjungan ini, ia menghadiri tiga agenda utama yang bertujuan meningkatkan kualitas pasar tradisional, mendukung perlindungan konsumen, dan memperkuat kerja sama dengan institusi pendidikan.
1. Roro nilai bahwa Pasar Pandu sudah SNI

Agenda pertama adalah kunjungan ke Pasar Pandu, Banjarmasin Timur, untuk meresmikan pasar ini sebagai Pasar Berstandar Nasional Indonesia (SNI) Tipe D. Penetapan ini menjadi bagian dari program Kementerian Perdagangan untuk memastikan pasar tradisional memenuhi standar nasional, baik dari segi pengelolaan, kebersihan, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Pasar Pandu sudah memenuhi standar, termasuk kebersihan dan pengelolaan yang baik. Harga-harga di sini juga sesuai dengan standar nasional. Yang penting, pasar ini harus menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat,” ujar Dyah Roro Esti, didampingi Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.
Pada saat itu, ia menyerahkan puluhan alat timbang elektronik kepada para pedagang untuk memastikan akurasi dalam transaksi. Ia menegaskan, akurasi timbangan penting agar konsumen tidak dirugikan, sekaligus mendorong penggunaan transaksi digital untuk mempermudah aktivitas jual beli di pasar.
2. Puluhan alat timbang diberikan kepada pedagang

Namun, di sela kunjungan, seorang pedagang, Punari, mengungkapkan keluhannya terkait menurunnya pendapatan setelah dipindahkan ke lantai dua Pasar Pandu. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama dua tahun.
“Kami mengeluhkan sepinya pengunjung sejak dipindah ke lantai dua. Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar pendapatan kami bisa kembali seperti dulu,” tuturnya.
3. Keluhan pedagang didengar Wamendag

Setelah dari Pasar Pandu, rombongan Wamendag melanjutkan agenda ke Hotel Fugo Banjarmasin untuk menyerahkan Penghargaan Perlindungan Konsumen kepada pemerintah daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap daerah yang berhasil menjalankan program perlindungan konsumen secara efektif.
Agenda terakhir Wamendag di Banjarmasin adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). MoU ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam mendukung perdagangan yang berkelanjutan.



















