Banjarmasin Tambah Kampung Permainan Tradisional ke-37 di Teluk Tiram

Banjarmasin, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin kembali meresmikan kampung permainan tradisional, yang kali ini berada di Jalan Tanjung Berkat RT 15, Teluk Tiram Ujung, Banjarmasin Barat. Kampung permainan bernama “Bergema” ini menjadi kampung permainan tradisional ke-37 yang diinisiasi oleh masyarakat setempat sejak program ini mulai dijalankan pada 2017.
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, menyampaikan bahwa kampung permainan tradisional ini adalah hasil kerja sama antara warga dan pemerintah kota sebagai bentuk upaya pelestarian permainan tradisional bagi generasi muda.
“Kami berharap kampung permainan ini bisa menjadi tempat warga berkumpul dan bermain permainan tradisional, sekaligus melestarikan kebiasaan yang mungkin nantinya bisa menghasilkan prestasi,” ujar Ibnu Sina dilaporkan Antara, Sabtu (10/11/2024).
1. Atlet olahraga tradisional bisa dilahirkan

Ibnu Sina juga menjelaskan bahwa Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Banjarmasin turut membina kampung permainan ini. Menurutnya, ada potensi untuk melahirkan atlet-atlet olahraga tradisional yang bisa berpartisipasi dalam acara tingkat daerah, seperti Festival Olahraga Daerah (Forda), hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
Selain membina prestasi, Ibnu Sina menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan kampung permainan ini adalah untuk memberikan ruang bermain bagi anak-anak di tengah terbatasnya lahan kosong di perkotaan. “Kami ingin memperkenalkan berbagai jenis permainan dan olahraga tradisional agar budaya ini terus lestari,” tambahnya.
2. Permainan tradisional yang masih digemari

Dari total 37 kampung permainan yang sudah dibentuk, Ibnu Sina menyebutkan bahwa sekitar 60 persen aktif menjalankan aktivitasnya. Beberapa permainan tradisional yang digemari di kampung-kampung tersebut antara lain balogo, terompah, egrang, hadang/asinan, barongsai, ketapel, silat budaya, panco, sepatu roda, dan panahan.
Ibnu Sina menambahkan bahwa pembentukan kampung permainan tradisional ini memanfaatkan fasilitas umum (fasum) di lingkungan setempat. “Fasilitas yang digunakan sebenarnya fleksibel, tidak memerlukan tempat khusus atau bangunan baru,” ujarnya.
3. Ruang permainan tradisional

Wali kota berharap masyarakat di 52 kelurahan dan lima kecamatan yang ada di Banjarmasin dapat menciptakan ruang-ruang permainan tradisional di lingkungan mereka masing-masing.
“Dengan adanya tempat ini, warga diharapkan dapat lebih sehat melalui kegiatan olahraga yang rutin,” tutup Ibnu Sina.



















