1.000 Merah Putih Berkibar di Temajuk Kalbar Jelang HUT ke-81 RI

- Ekspedisi Merah Putih mengibarkan dan membagikan 1.000 bendera di PLB Temajuk, Sambas, menjelang HUT ke-81 RI, melibatkan kolaborasi Rumah Jurnalis dan MyPertamina.
- Kegiatan ini disambut warga sebagai penguat nasionalisme di perbatasan Indonesia-Malaysia; bendera dipasang di rumah serta sampan nelayan untuk menegaskan Temajuk sebagai beranda negara.
- Warga berharap PLB Temajuk, yang ditutup sejak pandemik COVID-19 pada 2019, segera beroperasi lagi demi melancarkan mobilitas, perdagangan, pariwisata, dan pemasaran hasil laut serta kuliner.
Sambas, IDN Times - Hamparan ribuan Bendera Merah Putih berkibar di kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar). Ini menjadi simbol kuat semangat nasionalisme masyarakat di beranda terdepan Indonesia.
Kegiatan Ekspedisi Merah Putih yang diisi dengan pengibaran dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih mendapat sambutan hangat dari warga. Kegiatan tersebut digelar oleh kolaborasi antara Rumah Jurnalis dan MyPertamina.
Masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
1. Perkuat rasa cinta tanah Air di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, mengatakan masyarakat perbatasan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara.Karena itu, pengibaran ribuan bendera dinilai mampu memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus mengingatkan bahwa Temajuk merupakan salah satu wajah Indonesia di perbatasan dengan Malaysia.
“Melalui kegiatan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih ini tentunya dapat meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat yang berada di perbatasan demi menjaga kedaulatan negara,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
2. Warga taruh harapan besar PLB kembali dibuka

Menurut Agil, tingginya antusiasme warga menunjukkan semangat kebangsaan masyarakat Temajuk tetap terjaga. Sejak pagi, warga berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga pembagian bendera yang kemudian dipasang di rumah-rumah maupun sampan para nelayan.
“Antusias masyarakat hari ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap kuat di wilayah perbatasan,” katanya.
Di balik semarak Merah Putih, masyarakat Temajuk juga menyimpan harapan besar agar Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk segera kembali beroperasi.
Agil mengatakan, sejak ditutup akibat pandemik COVID-19 pada 2019, aktivitas masyarakat yang biasa melintasi perbatasan ikut terhenti dan berdampak terhadap perekonomian warga.
“Sejak COVID-19 tahun 2019, pos ini ditutup total dan sampai sekarang belum dibuka kembali. Mudah-mudahan dalam bulan Agustus ini bisa segera diresmikan sehingga aktivitas masyarakat di perbatasan kembali berjalan lancar,” ungkapnya.
3. Temajuk punya potensi besar jika dikembangkan

Ia menjelaskan, pembukaan kembali PLB diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian desa. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, keberadaan PLB juga diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor perdagangan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Temajuk.
Agil menambahkan, Temajuk memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan apabila akses lintas batas kembali dibuka. Selain destinasi wisata pantai, kuliner khas Indonesia dan hasil tangkapan nelayan setempat dinilai memiliki peluang pasar di Malaysia.
“Pembukaan PLB sangat diharapkan karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Temajuk. Selain itu, hasil laut dan kuliner khas Indonesia juga memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke negara tetangga,” tukasnya.


















