Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada 175 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Banjarmasin selama 2024

Ada 175 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Banjarmasin selama 2024
Ilustrais kekerasan pada anak
Share Article

Banjarmasin, IDN Times - Kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) meningkat. Tahun 2024 tercatat ada 175 kasus dan kasus kekerasan pada anak yang paling banyak.

Perlu lebih banyak sosialiasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.

1. Kesadaran untuk melapor semakin meningkat

DR. M Ramadan
DR. M Ramadan

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, M Ramadhan menyampaikan, bahwa 175 kasus itu terdiri dari 118 kasus anak. Sementara 57 sisanya merupakan kasus kekerasan kepada perempuan.

“Kasus kekerasan anak dan perempuan naik, ini membuktikan bahwa masyarakat sadar dan berani melaporkan. Karena dengan masyarakat melapor kasus ini bisa cepat tertangani dan memberikan efek yang baik bagi lingkungan masyarakat,” ucapnya.

2. Lonjakan kasus saat musim libur semester

Siswa SD di Banjarmasin
Siswa SD di Banjarmasin

Ramadan melanjutkan, lonjakan kasus 2024 itu terjadi disaat pergantian semester atau libur sekolah, rentan pertengahan tahun atau bulan Juni-Juli.

Ia pun menyampaikan, bahwa kasus kekerasan perempuan dan anak ini adalah seperti fenomena gunung es. Tidak banyak yang melapor karena rata-rata pelaku merupakan orang dekat. Ini berarti semakin banyak kasus yang ditangani ini preventif, promotif dan edukatif.

“Saya rasa kasus ini banyak terjadi, hanya saja orang yang melapor masih sedikit. Hipotesa saya saja, ini karena kelamaan libur, kemudian kurang pengawasan dan akhirnya menyebabkan kasus terjadi. Misalnya kasus geng motor yang melibatkan anak-anak di pertengahan tahun kemaren," bebernya.

3. Program pencegahan Dinas DP3A

Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi kekerasan pada anak

Ramadhan pun merincikan pada Juni 2024, DP3A menemukan 24 kasus. Sedangkan bulan sebelumnya hanya terdapat 6 kasus, angka ini kemudian meningkat lagi di bulan Juli sebanyak 31 kasus dan turun lagi setelahnya hanya 8 kasus.

Ia mengemukakan sebagai upaya preventif DP3A sudah melaksanakan berbagai program dalam sistem perlindungan anak di antaranya dengan 4 program yaitu, Warung Mas Perak (Wadah Menyurung Masalah Perempuan dan Anak), Rusa Perak (Rumah Sahabat Perempuan dan Anak), Besty (Bubuhan yang mengedukasi tentang Bullying dan Sohib (Sosialisasi hindari Bullying). Program ini digalakkan ke sekolah-sekolah sebagai pemimpin apel di setiap hari Senin.

"Harapannya mari kita sama-sama menjaga agar tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkungan pendidikan, aktivitas masyarakat dan keluarga dan jika terjadi segera hubungi UPTD PPA di hotline 1112," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Hamdani
Linggauni -
EditorLinggauni -
Hamdani
EditorHamdani

Latest News Kalimantan Timur

See More

Gak Cuma Fisik, Ini 5 Langkah Ampuh Jaga Kesehatan Jiwa Setiap Hari

31 Mei 2026, 17:30 WIBNews