Personel Satgas Mobile COVID-19 mengenakan pakaian hazmat (ANTARA FOTO/Oky)
Sementara itu, persediaan alat pelindung diri (APD) di Gudang farmasi milik Dinas Kesehatan Balikpapan tersisa 450 unit. APD tersebut akan disalurkan ke rumah sakit rujukan yang alami kekurangan ketika menangani pasien positif COVID-19.
"Cukup untuk dua pekan ke depan. Itu diketahui saat konferensi video bersama Gubernur Kaltim, Isran Noor," jelasnya.
Gudang farmasi itu tak hanya menyimpan APD. Ada juga alat kesehatan seperti rapid test, vitamin dan asupan gizi. Digunakan untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien positif COVID-19.
"Semua sumbangan APD dan lainnya yang diterima wali kota juga masuk ke gudang farmasi kami. Kan tidak bisa disimpan sembarangan, harus steril," sebutnya.