Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean BBM Picu Keributan di SPBU Apung, Pertamina Awasi Ketat
Pertamina Patra Niaga siapkan satgas Rafi 2026. (IDN Times/Teri).
  • Keributan antarkonsumen terjadi di SPBU Apung Jongkong Pasar, Kapuas Hulu, Kamis 24 September 2026, setelah seorang konsumen diduga mendahului antrean BBM.
  • Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan dan mengarahkan petugas mengatur antrean sejak konsumen memasuki area SPBU agar pelayanan tetap aman, tertib, dan kondusif.
  • Pasokan BBM Kapuas Hulu terus dipantau melalui koordinasi dengan Integrated Terminal Pontianak, termasuk pengiriman Pertalite pada 26 September 2026; warga diminta melapor kepada petugas bila ada masalah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapuas Hulu, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat pengawasan dan pelayanan di SPBU Apung 66.787.002, Jongkong Pasar, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) menyusul insiden keributan antarkonsumen yang terjadi saat antrean pengisian BBM, pada Kamis (24/9/2026).

Penguatan pelayanan dilakukan untuk memastikan proses pengisian BBM berlangsung tertib sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengantre.

Berdasarkan informasi dari pengelola SPBU, keributan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB setelah seorang konsumen diduga masuk mendahului antrean.

Petugas SPBU kemudian segera melakukan penanganan dan mengatur kembali antrean hingga situasi kembali kondusif.

1. Pihaknya berkoordinasi dengan SPBU

Mobil tangki Pertamina. (IDN Times/istimewa).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk meningkatkan pengawasan di area pelayanan.

“Setiap konsumen berhak mendapat pelayanan yang aman dan sesuai urutannya. Karena itu, kami memperkuat pengawasan di SPBU agar petugas dapat lebih cepat mencegah kesalahpahaman dan membantu konsumen apabila ada kendala,” ujar Edi, Minggu (27/9/2026).

Menurut Edi, pengawasan tidak hanya dilakukan ketika konsumen berada di dispenser pengisian. Petugas juga diarahkan untuk lebih aktif mengatur konsumen sejak memasuki area SPBU sehingga potensi kesalahpahaman dalam antrean dapat diminimalkan.

2. Jika ditemukan masalah saat pengisian, laporkan ke petugas

Pertamina saat pendistribusian BBM. (IDN Times/istimewa).

Di sisi lain, Pertamina memastikan kelancaran pasokan BBM ke wilayah Kapuas Hulu tetap menjadi perhatian. Koordinasi dilakukan dengan Integrated Terminal Pontianak untuk mengoptimalkan distribusi menggunakan mobil tangki ke sejumlah lembaga penyalur.

Salah satunya melalui pengiriman Pertalite ke SPBU Apung 66.787.002, pada Sabtu (26/9/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas. Bila ada persoalan saat pengisian, sampaikan kepada petugas SPBU agar dapat segera dibantu. Kami akan terus memantau pengiriman dan pelayanan BBM di wilayah ini,” kata Edi.

3. Pertamina imbau warga tertib ikuti arahan petugas

Pertamina operasikan Terminal penyangga Tayan-Sanggau. (IDN Times/istimewa).

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama proses pengisian BBM dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban antrean.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi selama 24 jam.

Informasi terbaru juga dapat diperoleh melalui akun media sosial resmi @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.

Curated For You

Editorial Team

Related Article