Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sulung Dibebani, Bungsu Dimanja: 6 Dampak yang Bisa Terjadi

Kota Samarinda
3 min read
Sulung Dibebani, Bungsu Dimanja: 6 Dampak yang Bisa Terjadi
ilustrasi ibu yang sedang memarahi anak (freepik.com/peoplecreations)
  • Perlakuan yang terlalu berbeda antara anak sulung dan bungsu dapat memicu rasa tidak adil, cemburu, serta konflik antarsaudara hingga mengganggu keharmonisan keluarga.
  • Beban dan kritik berlebih pada anak sulung berisiko menurunkan kepercayaan diri, membuatnya takut salah, kelelahan, serta menghambat perkembangan potensi dan keterampilan sosial.
  • Memanjakan anak bungsu dapat membuatnya bergantung dan kurang mandiri; orang tua dianjurkan memberi perhatian seimbang, tanggung jawab sesuai kemampuan, serta komunikasi terbuka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap keluarga memiliki dinamika yang berbeda. Urutan kelahiran pun terkadang memengaruhi cara orang tua memperlakukan anak-anaknya.

Anak sulung sering dianggap lebih dewasa sehingga diberi tanggung jawab lebih besar. Sementara itu, anak bungsu tak jarang mendapat perhatian dan perlakuan yang lebih lembut.

Jika perbedaan perlakuan ini terlalu jauh, pola asuh tersebut bisa berdampak pada perkembangan anak dan hubungan antar saudara. Berikut enam dampak yang perlu diperhatikan orang tua.

  1. 1. Membuat anak merasa gak adil dan cemburu

    ilustrasi anak sedih
    ilustrasi anak sedih (pexels.com/Pixabay)

    Ketika anak sulung sering dimarahi dan dibebani tanggung jawab, sementara adiknya lebih sering dibela dan dimanjakan, rasa cemburu bisa muncul.

    Anak sulung dapat merasa orang tua lebih menyayangi adiknya. Sebaliknya, anak bungsu bisa terbiasa merasa selalu dibela dan menganggap dirinya tidak perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

    Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu konflik antarsaudara yang terbawa hingga dewasa.

  2. 2. Menurunkan rasa percaya diri anak sulung

    ilustrasi anak sedih
    ilustrasi anak sedih (unsplash.com/BIPIN SAXENA)

    Terlalu sering dikritik atau ditegur dapat membuat anak sulung merasa dirinya tidak pernah cukup baik.

    Kondisi tersebut bisa membuat mereka ragu mencoba hal baru karena takut melakukan kesalahan atau mendapat teguran. Dalam jangka panjang, rasa tidak percaya diri dapat menghambat anak dalam mengembangkan kemampuan dan potensinya.

  3. 3. Bikin anak bungsu jadi manja dan gak mandiri

    ilustrasi anak manja dengan ayahnya (freepik.com/freepik)
    ilustrasi anak manja dengan ayahnya (freepik.com/freepik)

    Anak yang terlalu sering dimanja berisiko menjadi terlalu bergantung kepada orang lain.

    Kebiasaan selalu mendapatkan bantuan atau keinginannya dipenuhi dapat membuat anak kesulitan menghadapi tantangan secara mandiri. Mereka juga bisa mengalami kesulitan ketika harus bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya sendiri.

  4. 4. Menambah risiko konflik dalam keluarga

    ilustrasi pertengkaran anak (pexels.com/100 files)
    ilustrasi pertengkaran anak (pexels.com/100 files)

    Perbedaan perlakuan yang terlalu mencolok dapat memunculkan rasa kecewa di antara saudara.

    Anak sulung bisa menyimpan perasaan tidak diperlakukan adil, sedangkan anak bungsu berpotensi terbiasa merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus.

    Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu keharmonisan keluarga dan membuat hubungan antarsaudara semakin renggang.

  5. 5. Menghambat perkembangan keterampilan sosial

    Ilustrasi pertengkaran anak (Pexels.com/Ron Lach)
    Ilustrasi pertengkaran anak (Pexels.com/Ron Lach)

    Pola asuh yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi cara anak berhubungan dengan orang lain.

    Anak sulung yang terbiasa berada di bawah tekanan bisa menjadi lebih tertutup atau takut melakukan kesalahan. Sementara itu, anak bungsu yang terlalu dimanja dapat mengalami kesulitan memahami batasan, tanggung jawab, atau kebutuhan orang lain.

    Hal tersebut dapat berpengaruh pada hubungan pertemanan, lingkungan kerja, maupun kehidupan sosial mereka ketika dewasa.

  6. 6. Peran keluarga jadi gak seimbang

    ilustrasi pertengkaran anak-anak (pexels.com/jep-gambardella)
    ilustrasi pertengkaran anak-anak (pexels.com/jep-gambardella)

    Jika anak sulung terus diberi tanggung jawab besar sementara anak bungsu dibebaskan dari kewajiban, beban dalam keluarga menjadi tidak seimbang.

    Anak sulung dapat merasa kelelahan secara fisik maupun emosional. Di sisi lain, anak bungsu bisa kurang terbiasa menghadapi tanggung jawab dan menyelesaikan persoalan secara mandiri.

    Perlakuan yang adil bukan berarti orang tua harus memperlakukan semua anak dengan cara yang sama. Setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan berbeda, tetapi semuanya tetap membutuhkan kasih sayang, perhatian, serta kesempatan yang adil untuk berkembang.

    Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua antara lain:

    • Memberikan kasih sayang dan perhatian secara seimbang.
    • Mengajarkan tanggung jawab sesuai usia dan kemampuan anak.
    • Tidak menjadikan anak sulung sebagai "orang tua kedua" bagi adiknya.
    • Tidak selalu membela anak bungsu ketika melakukan kesalahan.
    • Membuka komunikasi agar setiap anak merasa dihargai dan didengar.

    Pola asuh yang seimbang dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More