Antrean Panjang, Gubernur Kalbar Minta SPBU Tak Aktif segera Beroperasi

Pontianak, IDN Times - Melihat situasi maraknya permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Gubernur Kalbar, Ria Norsan, meminta seluruh SPBU yang belum beroperasional agar segera diaktifkan (dioperasionalkan).
Menurut Norsan, langkah ini dinilai penting untuk mengurai antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah daerah.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular di berbagai wilayah, seperti di Kabupaten Sambas, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, hingga Kubu Raya. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM.
1. Minta SPBU beroperasi

Norsan menegaskan, optimalisasi operasional SPBU menjadi kunci agar distribusi BBM berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah. Dia meminta Pertamina segera mengambil langkah cepat.
“Kita minta kepada Pertamina untuk segera operasikan SPBU-SPBU yang tadi masih belum operasi,” ujar Norsan, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, tidak beroperasinya sejumlah SPBU turut memperparah penumpukan antrean di titik tertentu. Dengan kembali beroperasinya seluruh SPBU, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan lokasi pengisian BBM sehingga antrean dapat tersebar dan berkurang.
2. Minta Pertamina tambah stok BBM sebelum kosong di SPBU

Selain itu, Norsan juga menekankan pentingnya pengisian stok BBM dilakukan sebelum benar-benar habis. Keterlambatan distribusi, menurutnya, dapat menimbulkan persepsi kelangkaan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai habis dulu baru diisi. Itu yang membuat masyarakat khawatir seolah-olah BBM habis, padahal stok masih ada,” tegasnya.
3. Pasokan BBM dipastikan aman

Dia memastikan, berdasarkan keterangan Pertamina, pasokan BBM di Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis, dengan percepatan distribusi serta pengaktifan kembali SPBU yang tidak beroperasi, antrean panjang akan mulai terurai dalam satu hingga dua hari ke depan, termasuk di Pontianak.


















