Balikpapan Kembangkan Ekonomi Kreatif untuk Kolaborasi dengan IKN

Balikpapan, IDN Times - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) tetap berfokus mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata meski belum ada agenda resmi di Ibu Kota Nusantara (IKN) selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami masih menunggu kegiatan-kegiatan yang akan diagendakan di IKN, karena itu tentu akan berdampak pada Kota Balikpapan,” ujar Kepala DPOP Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma dilaporkan Antara, Senin (4/11/2024).
1. Persiapan Balikpapan menjadi pintu gerbang IKN

Ratih menjelaskan, meski pembangunan IKN berjalan lambat dan belum ada acara besar, penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata tetap menjadi prioritas, sebagai persiapan agar Balikpapan siap menjadi gerbang IKN. “Pemkot Balikpapan tetap menjalin kerja sama dengan daerah lain. Tidak ada perubahan dalam kebijakan terkait ini,” tambahnya.
Ratih menyebut salah satu bentuk kerja sama yang tengah dikembangkan adalah pola wisata terintegrasi antara Bali, Balikpapan, dan IKN. Program ini mengusulkan paket perjalanan terpadu dari Bali ke Balikpapan dan IKN, serta kembali ke Bali.
2. Destinasi wisata sudah disiapkan di Balikpapan

Destinasi wisata yang disiapkan di antaranya Susur Teluk Balikpapan dengan Kapal Pinisi, Wisata Mangrove, Hutan Lindung Sungai Wain, Glamping Forest City IKN, dan lainnya.
DPOP Balikpapan terus berkoordinasi dengan pihak Otorita IKN dan Kepala DPOP Bali untuk merealisasikan konsep tersebut. Ratih optimis, jika rencana ini berjalan, akan ada potensi arus wisatawan dari Bali ke Balikpapan. “Jika Bali dapat mendatangkan 100.000 wisatawan per hari, kami berharap setidaknya 10.000 wisatawan dapat dialihkan ke Balikpapan, kemudian ke IKN, sebelum kembali ke Bali,” ucapnya.
3. Kota Balikpapan menunggu kebijakan dari pusat

Selain menunggu agenda besar di IKN, Ratih juga menantikan kebijakan terbaru dari kementerian, khususnya terkait perubahan nomenklatur yang memisahkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DPOP Balikpapan berencana membentuk bidang khusus Ekonomi Kreatif sebagai respons terhadap perubahan tersebut.
“Kami menunggu kebijakan baru dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menyesuaikan program kami,” tutup Ratih.



















