Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bangkit dari Patah Hati, 7 Cara Bijak Move On Setelah Putus Cinta

Bangkit dari Patah Hati, 7 Cara Bijak Move On Setelah Putus Cinta
ilustrasi seorang perempuan tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Putus cinta bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Rasa sedih, kecewa, bahkan marah kerap muncul dan menghantui pikiran. Meski demikian, proses move on menjadi langkah penting agar seseorang bisa kembali menjalani hidup dengan lebih baik.

Move on bukan berarti harus melupakan mantan sepenuhnya. Lebih dari itu, move on adalah proses berdamai dengan masa lalu dan membuka diri untuk menjalani kehidupan baru, termasuk memberi kesempatan bagi orang lain hadir dalam hidup.

Agar proses move on berjalan lebih sehat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Berdamai dengan perasaanmu

Ilustrasi orang tersenyum
Ilustrasi orang tersenyum (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menerima dan memahami perasaan yang muncul. Tidak apa-apa jika merasa sedih, kecewa, atau marah setelah putus cinta.

Jangan menekan atau menyembunyikan emosi tersebut, karena hal itu justru dapat memperpanjang proses pemulihan.

2. Fokus pada diri sendiri

ilustrasi quality time dengan pasangan
ilustrasi quality time dengan pasangan (freepik.com/tirachardz)

Setelah mulai menerima keadaan, cobalah untuk kembali fokus pada diri sendiri. Lakukan berbagai aktivitas yang disukai dan dapat membuat perasaan lebih bahagia.

Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri serta membuat seseorang lebih menghargai dirinya sendiri.

3. Temukan kesibukan baru

Ilustrasi bekerja
Ilustrasi bekerja (unsplash.com/Michelle Ding)

Mengisi waktu dengan kegiatan positif juga dapat membantu proses move on. Aktivitas baru dapat mengalihkan pikiran dari kenangan masa lalu sekaligus memberikan pengalaman yang lebih bermakna.

Beberapa kegiatan yang bisa dicoba antara lain berolahraga, mengikuti kursus, atau bergabung dengan komunitas sesuai minat.

4. Habiskan waktu bersama teman dan keluarga

ilustrasi keluarga
ilustrasi keluarga (pexels.com/Emma Bauso)

Dukungan dari teman dan keluarga sangat penting dalam masa pemulihan setelah putus cinta. Berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat dapat membantu memperbaiki suasana hati.

Selain itu, dukungan emosional dari mereka juga dapat memberikan semangat untuk kembali bangkit.

5. Hindari interaksi dengan mantan

ilustrasi menghindari
ilustrasi menghindari (pexels.com/Keira Burton)

Menjaga jarak dari mantan pasangan dapat membantu mempercepat proses move on. Terlalu sering berkomunikasi justru bisa membuka kembali luka lama dan membuat seseorang sulit melangkah ke depan.

6. Tidak membandingkan diri

ilustrasi menghindari peluang karier
ilustrasi menghindari peluang karier (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, hindari membandingkan diri dengan mantan atau orang lain, karena hal tersebut hanya akan memperburuk perasaan.

7. Mulai membuka diri

ilustrasi pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Jasmin)

Ketika perasaan sudah mulai pulih, tidak ada salahnya membuka diri untuk bertemu orang baru. Memberi kesempatan pada orang lain hadir dalam hidup bisa menjadi awal dari kebahagiaan yang baru.

Jika proses move on terasa sangat berat, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau terapis untuk membantu memahami emosi dan menemukan cara terbaik untuk menghadapinya.

Pada akhirnya, move on memang membutuhkan waktu dan usaha. Namun dengan langkah yang tepat, proses tersebut akan membantu seseorang bangkit dan menjalani hidup dengan lebih bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Tips Cerdas Memilih Pemimpin agar Demokrasi Tetap Sehat

09 Mar 2026, 22:00 WIBNews