Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada DBD! 231 Kasus Tercatat, Dinkes Kaltim Percepat Respons Medis

Waspada DBD! 231 Kasus Tercatat, Dinkes Kaltim Percepat Respons Medis
ilustrasi DBD (IDN Times/Yudi)

Samarinda, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya menekan angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) agar berada di bawah target 0,4 persen pada bulan ini, seiring tercatatnya 231 kasus.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan komitmen kuat dari seluruh tenaga kesehatan, terutama dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat kepada pasien yang terindikasi DBD.

“Pencegahan DBD tidak boleh diabaikan, terutama saat memasuki masa peralihan musim menuju kemarau dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Jaya diberitakan Antara di Samarinda, Kamis (23/4/2026).

1. Penanganan kasus DBD menjadi faktor krusial

Virus dengue dan nyamuk penyebab demam berdarah/DBD.
ilustrasi virus dengue dan nyamuk penyebab demam berdarah/DBD (commons.wikimedia.org/NIAID)

Ia menambahkan, penanganan medis menjadi faktor krusial mengingat jumlah kasus DBD di Kaltim secara kumulatif telah mencapai 231 kasus berdasarkan data terkini.

Pemerintah daerah juga menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kabupaten dan kota untuk mempercepat alur rujukan medis, khususnya bagi pasien yang memasuki fase kritis.

Upaya antisipasi saat ini difokuskan pada Kota Samarinda yang mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 46 kasus. Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara berada di posisi kedua dengan 39 kasus dan menjadi prioritas dalam pelaksanaan intervensi kesehatan lingkungan.

2. Pencegahan penyakit DBD bersama masyarakat

07db71ba-5095-4f88-a583-fde9f6a133d6.jpeg
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin. (Dok. Istimewa)

Selain penanganan medis, Dinkes Kaltim juga terus menggencarkan langkah pencegahan melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat juga didorong untuk mengaktifkan kembali peran kader juru pemantau jentik di setiap lingkungan Rukun Tetangga (RT).

Di sisi lain, distribusi bubuk Abate secara gratis terus dilakukan melalui puskesmas untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air.

3. Upaya fogging di titik lokasi terparah DBD

Ilustrasi fogging DBD (IDN Times/Muchammad Haikal)
Ilustrasi fogging DBD (IDN Times/Muchammad Haikal)

Langkah pengasapan atau fogging tetap disiagakan sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan penyebaran, khususnya di wilayah dengan tingkat penularan tinggi.

Dinkes memastikan seluruh rumah sakit rujukan memiliki ketersediaan logistik medis yang memadai untuk menangani pasien DBD.

Jaya menegaskan, sinergi antara intervensi pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kematian akibat DBD di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Waspada DBD! 231 Kasus Tercatat, Dinkes Kaltim Percepat Respons Medis

24 Apr 2026, 09:23 WIBNews