Blok Ganal Ditemukan Super Besar, Kaltim Kejar Hak Pengelolaan Migas

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meminta porsi hak pengelolaan melalui skema participating interest (PI) atas temuan cadangan minyak dan gas (migas) raksasa di lepas pantai Blok Ganal.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan permohonan tersebut didasarkan pada keberadaan infrastruktur penunjang migas yang berada di wilayah Kaltim.
“Kami akan meminta alokasi pengelolaan ini karena seluruh infrastruktur penunjang berada di wilayah Kaltim,” ujar Bambang diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (24/4/2026).
1. Lokasi blok migas berada di Kutai Kartanegara

Ia menjelaskan, secara geografis fasilitas pendukung migas berada di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk terlibat dalam pengelolaan blok tersebut. Penemuan migas di Sumur Geliga dan Sumur Gula diperkirakan memiliki potensi cadangan lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta 375 juta barel minyak.
Meski lokasi temuan berada di atas 12 mil laut atau di luar kewenangan daerah, Pemprov Kaltim tetap berupaya memperjuangkan keterlibatan perusahaan daerah dalam pengelolaan sumber daya tersebut.
2. Respons positif disampaikan pemerintah daerah

Pemerintah daerah juga dikabarkan telah menerima respons positif, termasuk tawaran keterlibatan pengelolaan guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor energi.
Blok Ganal sendiri dioperasikan oleh perusahaan asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan sebesar 82 persen.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penemuan ini sebagai anugerah besar bagi ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
3. Produksi blok migas akan meningkat

Ia optimistis produksi gas dari blok tersebut akan meningkat signifikan, dari 700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028.
Produksi bahkan diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 3.000 MMSCFD pada 2030 untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Dalam pengembangannya, proyek ini akan menggunakan fasilitas produksi terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru dengan kapasitas hingga satu miliar kaki kubik gas per hari.
Selain itu, operasional Blok Ganal juga akan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat proses monetisasi sumber daya migas tersebut.


















