Hari Bumi, Yayasan Pranaraya Diluncurkan Perkuat Konservasi di Kalbar

Pontianak, IDN Times - Peringatan Hari Bumi di Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, diluncurkan Yayasan Pranaraya yang diharapkan menjadi motor penggerak konservasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis hutan.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, menegaskan bahwa kekayaan hutan Kalbar memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
“Kita punya banyak hasil hutan yang sangat bermanfaat. Kalau masyarakat kreatif dan inovatif, ini bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Ini tentu akan mengangkat ekonomi keluarga dan ekonomi daerah secara umum,” ujarnya, usai peluncuran Yayasan Prakarsa Alam Indonesia (Pranaraya), Jumat (24/4/2026).
1. Tiap perusahaan wajib jaga lingkungan

Namun demikian, Krisantus mengingatkan terkait pentingnya pengendalian investasi dan pengawasan dampak lingkungan agar tidak merusak ekosistem.
“Investasi harus kita kendalikan. Dampak lingkungan harus diawasi. Setiap perusahaan wajib menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak dari aktivitasnya. Yang masih lestari, itu harus kita jaga,” tegasnya.
2. Dorong konservasi, hingga pendampingan masyarakat

Sementara itu, Direktur Yayasan Pranaraya, Rahmawati, menjelaskan bahwa yayasan ini melanjutkan kerja-kerja konservasi yang sebelumnya dilakukan bersama mitra internasional sejak 2006 di Kalimantan Barat.
“Kami fokus pada pendampingan masyarakat, konservasi, dan perhutanan sosial, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Program ini juga melibatkan pemerintah dan pihak swasta, termasuk pendampingan hutan desa melalui skema kolaboratif,” paparnya.
Dia menambahkan, ke depan Yayasan Pranaraya akan memperkuat pendekatan berbasis ilmiah dalam menjaga biodiversitas, mencakup hutan, satwa, dan ekosistem secara menyeluruh.
“Fokus kami adalah konservasi berbasis keilmuan, dengan tetap memberdayakan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem itu sendiri,” tambahnya.
3. Siapkan program kerja kedepan

Peluncuran Yayasan Pranaraya yang bertepatan dengan Hari Bumi ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan langkah awal gerakan berkelanjutan.
“Ini bukan kegiatan satu hari. Kami ingin ini menjadi awal, seperti bibit yang nantinya tumbuh menjadi pohon besar. Harapannya, bumi kita tetap lestari dan nyaman sebagai rumah bersama,” sebut Rahmawati.
Ke depan, Yayasan Pranaraya juga akan terus menjalankan berbagai program seperti rehabilitasi hutan, pengamanan kawasan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.


















