Bendera Merah Putih Sepi Pembeli, Deddy Bertahan di Tengah Persaingan

- Deddy, pedagang asal Bandung, kembali berjualan bendera dan pernak-pernik kemerdekaan di Pontianak untuk tahun ke-11 menjelang HUT ke-81 RI.
- Seluruh dagangan didatangkan dari Jawa Barat dengan harga Rp20 ribu-Rp300 ribu, namun selama sepekan pembeli baru sekitar dua hingga tiga orang per hari.
- Penjualan dinilai sepi karena persaingan pedagang musiman dan lapak baru dibuka awal Agustus, tetapi Deddy berharap permintaan meningkat menjelang 17 Agustus.
Pontianak, IDN Times - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Deddy (47 tahun) pedagang bendera asal Bandung, Jawa Barat, kembali membuka lapak di Jalan Ali Anyang, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Tahun ini merupakan tahun ke-11 dirinya datang ke Kalimantan Barat untuk menjual bendera Merah Putih dan pernak-pernik kemerdekaan.
Selama berada di Pontianak, Deddy tinggal di rumah kerabatnya di Asrama Hidayat TNI. Ia mengaku sengaja datang setiap tahun karena penjualan bendera merupakan usaha musiman yang menjadi sumber penghasilan menjelang perayaan kemerdekaan.
“Setahun sekali saya ke Pontianak jualan bendera. Kalau di Bandung saya juga jualan di pasar, tapi khusus bendera ini memang musiman. Sekalian ikut meramaikan Hari Kemerdekaan,” ungkap Deddy, saat ditemui di lapaknya, Selasa (4/8/2026).
1. Seluruh barang dibawa dari Jawa Barat

Di lapaknya, Deddy menjual berbagai ukuran bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga aneka hiasan bertema kemerdekaan.
Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu. Seluruh barang dagangannya didatangkan dari Jawa Barat.
Deddy mengatakan penjualan tahun ini belum seramai tahun-tahun sebelumnya. Hingga sepekan berjualan, rata-rata pembeli yang datang baru mencapai dua hingga tiga orang per hari.
2. Makin banyak pedagang serupa, makin kuat persaingan

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi semakin banyaknya pedagang musiman yang menjual produk serupa.
Selain itu, Deddy juga baru membuka lapak pada awal Agustus, lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Yang penting sabar. Sekarang yang jualan sudah banyak, jadi harus bersaing. Dari siang sampai malam panas, kalau hujan juga tetap harus bertahan. Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai,” ujarnya.
3. Optimis penjualan bendera meningkat jelang Hari Kemerdekaan

Meski penjualan masih sepi, Deddy tetap optimistis permintaan akan meningkat menjelang puncak peringatan HUT RI pada 17 Agustus.
Dia berharap masyarakat semakin antusias memasang bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Harapan saya semoga masyarakat banyak yang beli. Namanya juga jualan bendera, setahun sekali. Harus meriah, harus semangat memeriahkan kemerdekaan,” tukasnya.



















