Samarinda, IDN Times - Selama setahun terakhir, perawat bersama dokter menjadi garda terdepan menghadapi virus corona atau COVID-19. Selama berbulan-bulan kedua entitas ini berjuang agar pandemik mematikan tersebut tak menyebar luas. Ironisnya, dengan perjuangan itu ragam stigma dan penolakan mereka terima dari masyarakat.
“Waktu awal-awal itu memang sangat berat. Kami memang sering mendapatkan stigma negatif,” ujar Restu Datu La’bi, perawat dari RS Samarinda Medika Citra saat dikonfirmasi, Jumat (19/3/2021).
Kepada IDN Times, Restu berkisah mengenai pengalamannya setahun terakhir hadapi COVID-19.
