Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

GMNI Kaltim Kecam Provokasi Ajudan Gubernur, Desak Proses Hukum

Kota Samarinda
2 min read
GMNI Kaltim Kecam Provokasi Ajudan Gubernur, Desak Proses Hukum
Ilustrasi Polisi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • GMNI Kaltim mengecam dugaan intimidasi dan kekerasan fisik oleh ajudan Gubernur Kaltim terhadap aktivis mahasiswa setelah demonstrasi soal penanganan karhutla.

  • Aksi di Kantor Gubernur pada 19 Oktober 2026 menuntut transparansi penanganan karhutla; ketegangan dilaporkan terjadi saat mahasiswa merekam kedatangan Gubernur Rudy Mas'ud.

  • GMNI mendesak penyelidikan tegas dan transparan, sementara Polda Kaltim berkoordinasi dengan satuan asal personel serta Propam untuk mendalami peristiwa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur mengecam dugaan intimidasi dan kekerasan fisik yang dilakukan ajudan Gubernur Kaltim terhadap aktivis mahasiswa usai demonstrasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Bidang Politik DPD GMNI Kaltim, Gideo, mendesak kepolisian menindaklanjuti dugaan tersebut secara tegas dan transparan. Ia menilai insiden itu perlu diusut untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

  1. 1. Transparasi penanganan karhuta di Kaltim

    antarafoto-pemadaman-karhutla-di-sepinggan-1789219474.jpg
    Prajurit TNI AU menarik slang saat melakukan proses pendinginan kebakaran lahan di kawasan Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). . ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.

    Dalam pernyataan sikapnya, Gideo menjelaskan bahwa kehadiran kader GMNI di Kantor Gubernur Kaltim pada Senin (19/10/2026) sore bertujuan menuntut transparansi penanganan karhutla.

    Ia menyayangkan dugaan tindakan represif terhadap mahasiswa yang disebutnya telah bersiap membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi.

    “Tindakan arogan dan main fisik yang dilakukan oleh ajudan gubernur terhadap kader kami adalah perilaku buruk yang mencederai demokrasi sekaligus melukai rasa keadilan publik,” tegas Gideo dalam pernyataan resminya di Kutai Timur.

  2. 2. Insiden gesekan di antara mahasiswa dan ajudan Gubernur Kaltim

    Ratusan mahasiswa di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar aksi menolak revisi Undang-Undang Pilkada yang digagas oleh DPR RI, Jumat (23/8/2024). Foto GMNI Balikpapan
    Ilustrasi ratusan mahasiswa menggelar aksi menolak revisi Undang-Undang Pilkada yang digagas oleh DPR RI, Jumat (23/8/2024). Foto GMNI Balikpapan

    Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sekitar Masjid Nurul Mu’minin saat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tiba di lokasi seusai aksi unjuk rasa. Ketegangan disebut bermula ketika sejumlah kader GMNI merekam kedatangan gubernur, sebelum terjadi dugaan intimidasi dan kontak fisik yang melibatkan pengawal pribadi berinisial Briptu ART.

    GMNI Kaltim meminta pimpinan kepolisian mengusut dugaan pelanggaran tersebut dan memastikan proses penanganannya berjalan sesuai ketentuan.

  3. 3. Polisi mendalami peristiwa tersebut

    Kabid Humas 3.jpeg
    Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Tedy Soepandi, Rabu (12/8/2026). Foto istimewa

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Sopandi, sebelumnya menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan satuan asal personel dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mendalami peristiwa tersebut.

    Tedy menegaskan, perilaku anggota Polri yang bersikap arogan bertentangan dengan arahan pimpinan Polri yang mengutamakan sikap humanis dan profesional dalam menjalankan tugas.

    Gideo memastikan DPD GMNI Kaltim akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas. Menurutnya, langkah itu diperlukan agar dugaan tindakan sewenang-wenang oleh aparat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More